
Acehtraffic.com - Di saat sejumlah data dan statemen para pejabat ekonomi AS mengungkapkan memburuknya kondisi perekonomian negeri Paman Sam ini, tiba-tiba muncul berita mengenai membengkaknya jumlah kekayaan segelintir orang kaya. Ketika pertumbuhan ekonomi AS anjlok melebihi sebelumnya yang menebarkan angin pesimisme bagi sebagian besar warga negara itu, sebuah data resmi menunjukkan bahwa kekayaan sebagian kecil orang kaya di AS justru meningkat sebesar 13 persen.
Majalah Forbes melaporkan bahwa kekayaan segelintir orang AS ini menembus $1,7 triliun. Bill Gates bertengger sebagai orang terkaya di Amerika Serikat dengan kekayaan $66 milyar. Jumlah tersebut naik 10 persen dari tahun lalu. Posisi kekayaan pendiri Microsoft ini mendahului pakar investasi Warren Buffett dengan kekayaan $46 miliar. Kemudian diikuti pendiri Oracle, Larry Ellison dengan kekayaan $41 milyar.
Majalah Forbes melaporkan bahwa kekayaan segelintir orang AS ini menembus $1,7 triliun. Bill Gates bertengger sebagai orang terkaya di Amerika Serikat dengan kekayaan $66 milyar. Jumlah tersebut naik 10 persen dari tahun lalu. Posisi kekayaan pendiri Microsoft ini mendahului pakar investasi Warren Buffett dengan kekayaan $46 miliar. Kemudian diikuti pendiri Oracle, Larry Ellison dengan kekayaan $41 milyar.
Di sisi lain Berlanjutnya krisis ekonomi di AS dan naiknya tingkat pengangguran sebesar delapan persen semakin menyengsarakan kaum miskin di negara itu. Setiap hari kondisi warga miskin AS semakin memburuk. Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan dan rumahnya kian hari semakin bertambah.
Tampaknya, dampak terbesar krisis ekonomi di AS menimpa kalangan imigran Amerika Latin dan kaum kulit hitam. Setelah itu, disusul kaum manula dan kaum pengangguran. Jumlah orang miskin yang tinggal di sekitar kota besar AS saat ini sebesar 40 persen.
Dilaporkan, jumlah orang miskin di kalangan warga keturunan Afrika mencapai 27 persen dan Latino sebesar 27 persen. Tidak hanya itu, jumlah orang yang tidak memiliki asuransi kesehatan meningkat sebesar 900 ribu orang menjadi 50 juta orang.
Sementara itu laporan Dave Lindorff mengungkapkan bahwa kemiskinan di Amerika Serikat memiliki akar sejarah yang panjang, yakni sejak dekade 70-an. Namun setelah tahun 2000 kemiskinan di negara ini mengalami percepatan dan kian meluas. Lindorff menekankan bahwa kenaikan maupun penurunan krisis ekonomi di Amerika tidak akan banyak berpengaruh bagi warga, karena warga negara ini akan tetap menderita di bawah kemiskinan seperti beberapa dekade lalu selama sistem tidak diubah.
Janji manis Obama untuk meningkatkan kesejahteraan orang-orang miskin dan membuka lapangan kerja yang luas serta pelayanan asuransi kesehatan bagi mereka hingga kini hanya omong kosong belaka.
Para analis menilai terjadinya peningkatan angka kemiskinan akibat kebijakan finansial yang keliru. Undang-undang pajak AS tidak berpihak kepada orang miskin dan justru memperkaya kantong orang-orang kaya. Di negeri Paman Sam itulah surga orang-orang kaya.| AT | M | Irib |
