News Update :

AS Masukkan Mantan Anak Asuhnya dalam Daftar Teroris

Sabtu, 08 September 2012

Acehtraffic.com - Pemerintahan Presiden Barack Obama menyatakan Jumat (7/9) bahwa jaringan militan Haqqani yang berbasis di Pakistan adalah teroris.

Langkah Amerika Serikat ini diyakini akan berdampak serius pada perundingan damai Afghanistan dan akan memperlemah aliansi kontraterorisme yang sudah rapuh antara Washington dan Islamabad.

Keputusan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, ditandatangani pada hari Jumat menjelang batas waktu yang ditetapkan oleh Kongres, yang melarang Amerika melakukan bisnis dengan anggota kelompok tersebut dan memblokir aset mereka di Amerika.

"Kami akan melanjutkan kampanye yang kuat dan tekanan diplomatik, militer dan intelijen pada jaringan Haqqani. AS memutuskan untuk menurunkan kemampuan jaringan itu untuk mengeksekusi serangan kekerasan," kata Clinton.

Jaringan Haqqani dianggap sebagai salah satu kelompok militan yang paling berbahaya, sebagian karena rekor mereka dalam melancarkan serangan mematikan di Kabul, Afghanistan.

Kelompok ini berbasis di seberang perbatasan di wilayah suku Waziristan Utara, Pakistan, tetapi juga memiliki kekuatan yang signifikan di timur Afghanistan.

Jalaluddin Haqqani membentuk jaringan itu pada tahun 1980-an ketika ia memerangi Uni Soviet di Afghanistan, dengan dukungan yang luas dari AS dan badan-badan intelijen Pakistan.

Ia melarikan diri ke Pakistan setelah invasi AS ke Afghanistan pada tahun 2001. Haqqani kini diyakini berada di usia 60-an atau lebih tua dan telah menyerahkan operasi harian kelompok itu ke putranya, Sirajuddin.| AT | M | Irib |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016