News Update :

Anggota Parlemen Indonesia Diingatkan Tidak Membiarkan Perkembangan Kelompok Radikal

Minggu, 23 September 2012



Acehtraffic.com - Hujjatul Islam Sayid Mohammad Saidi menyatakan, "Kaum Wahabi menentang dialog ilmiah, rasional dan argumentatif, mereka membunuh orang-orang Muslim dengan mengatasnamakan Islam sementara aksi-aksi tersebut sama sekali betentangan dengan logika."

Mehr News (22/9) melaporkan, Hujjatul Islam Sayid Mohammad Saidi mengatakan itu di hadapan delegasi dari parlemen Indonesia di kompleks makam suci Sayidah Fatimah Masumah di kota Qom. Dikatakannya, "Kami meyakini para pemimpin agama dan Sayidah Masumah karena kehidupan dan makam mereka memberikan pelajaran berharga bagi kami."

Dijelaskannya, "Orang yang berziarah ke makam Sayidah Fatimah Masumah sa akan mempelajari kehidupan perempuan penuh kemuliaan ini dan menjadikannya teladan. Seperti inilah pengaruh tersebut."

"Dalam masa hidupnya yang relatif pendek, Sayidah Masumah di berbagai sisi kehidupan beliau dari sisi kesucian, kewibawaan, jilbab, akhlak, muqawama, perlawanan terhadap kezaliman dan dukunganya kepada imam zamannya, beliau merupakan teladan."

Di bagian lain pernyataannya, Sayid Saidi mengatakan, "Kami menghormati semua mazhab Islam kecuali Wahabi karena mereka menentang dialog ilmiah, logis dan argumentatif. Mereka membunuh Muslim tak berdosa dan merusak masjid-masjid dengan mengatasnamakan Islam."

"Pesan kami kepada kaum Wahabi adalah jika mereka memiliki dalil untuk membuktikan kebenaran mereka, maka sampaikan kepada orang lain sesuai dengan logika, prinsip-prinsip, dan argumentasi, bukan dengan radikalisme dan pembunuhan massal," tuturnya tegas.

Kepada para anggota parlemen Indonesia, Hujjatul Islam Sayid Saidi mengatakan, "Anda harus mencegah perluasan kelompok radikal dalam masyarakat Anda dan jangan membiarkan ada pihak-pihak yang mengecam atau menyudutkan kelompok yang mengemukakan pendapatnya dengan baik dan sopan."

"Kami siap berdialog dengan semua kelompok dari berbagai golongan tentang berbagai masalah agama," jelasnya.
| AT | M | Irib |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016