Acehtraffic.com - Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad mengecam politik global yang dinilai dikriminatif dan bersandarkan pada ketidakadilan, unilateralisme dan standar ganda.
"Unilateralisme, penerapan standar ganda, sikap perang, instabilitas, pendudukan untuk menjaga kepentingan ekonomi, dan perluasan dominasi di pusat-pusat vital dunia telah menjadi landasan kebijakan saat ini," kata Ahmadinejad pada pidatonya di sidang Majelis Umum PBB ke-67 di New York Rabu 26 September 2012.
Ahmadinejad menekankan bahwa sangat memerlukan tatantan baru dan keracuan situasi global saat ini adalah karena kekeliruan manajemen dunia yang berada di tangan segelintir pihak yang memiliki sikap destruktif.
Presiden Iran menyalahkan manajemen global dan kekuatan adidaya atas kondisi dunia saat ini seraya mengatakan, "Tatatan yang telah mengakar pada pemikiran anti-kemanusiaan perbudakan serta imperialisme kuno dan baru bertanggung jawab atas kemiskinan, korupsi, ketidakpedulian, opresi, dan diskriminasi yang terjadi di seluruh dunia."
Ahmadinejad menegaskan bahwa tatanan dunia saat ini berdasarkan pada perspektif materialistik yang tidak meyakini nilai-nilai moral dan berusaha memperluas hegemoni dengan menebar perpecahan dan konflik antarbangsa, serta bertujuan melestarikan kekuatan monopoli kekayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dia juga mengecam sistem kapitalisme yang menjadi penyebab utama fenomena kemiskinan global dan memperingatkan semakin melebarnya jurang antara kelompok kaya dan miskin.
Di bagian lain, Ahmadinejad menyerukan reformasi struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mengkritik hak istimewa veto yang dimiliki lima negara anggota Dewan Keamanan PBB."
"Dewan Keamanan adalah milik semua bangsa dan diskriminasi di antara anggotanya adalah tindakan ofensif serius terhadap semua bangsa."
Presiden Iran juga menyinggung aksi kekuatan adidaya dunia yang mengintimidasi negara-negara dengan mengujicoba persenjataan ultra-modern mereka.
"Mengujicoba generasi baru persenjataan ultra-modern... saat ini menjadi sebuah literatur ancaman terhadap bangsa-bangsa dalam memaksa mereka menerima era baru hegemoni," tuturnya.
Presiden Republik Islam lebih lanjut mengatakan bahwa atmosfer ketidakpercayaan telah membayangi hubungan internasional dan tidak ada lagi pihak adil yang dapat dipercaya untuk membantu menyelesaikan konflik dunia.
"Tidak ada pihak yang merasa aman bahkan mereka yang telah menimbun ribuan senjata atom dan berbagai persenjataan di gudang-gudang senjata mereka," tandas Ahmadinejad.| AT | M | Irib |

.jpg)