News Update :

Tidak Terima Anaknya Dijaring Trantib, Oknum TNI Mengamuk

Rabu, 01 Agustus 2012

Oknum TNI berpangkat Pelda tengah mengamuk di Posko Trantib lantaran tidak menerima anaknya terjaring razia. Selasa, 31 Juli 2012.
Bone | Acehtraffic.com - Tidak terima anaknya dijaring razia Trantib gabungan Polisi Pamong Praja [Pol-PP] dibantu TNI-Polri, seorang oknum tentara berpangkat pembantu letnan dua [Pelda] di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan mengamuk di Posko Trantib, Selasa, 31 Juli 2012.

Peristiwa ini bermula dari penggerebekan aparat Trantib terhadap sejumlah remaja geng motor yang disinyalir tengah bersiap-siap untuk melakukan tawuran seperti yang terjadi pada beberapa malam sebelumnya. Anak oknum TNI yang ikut terjaring bersama belasan anggota geng motor lainnya akhirnya digelandang ke Posko Trantib yang terletak di pelataran rumah jabatan Bupati setempat.

Berselang beberapa menit kemudian, tiba-tiba  Pelda SY mendatangi Posko dan langsung memarahi petugas. Tak hanya itu, Pelda SY yang bertugas di kesatuan Detasemen Peralatan Kodam 141 Toddopuli ini langsung membawa kabur anaknya. Aksi SY ini berhenti setelah sejumlah anggota Polisi Militer [PM] melakukan pengejaran dan membawa kembali anak SY.

Ssaat dimintai keterangan, SY mengaku bahwa dirinya emosi lantaran tidak mengetahui penyebab kesalahan hingga anaknya terjaring Trantib.

"Kalau memang anak saya salah silakan tangkap saja, bahkan penjarakan. Tapi kalau dia tidak salah saya pasti bertahan lepaskan anak saya," ujar SY sambil marah-marah.

Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas Trantib akan ulah anaknya yang terjaring lantaran merencanakan aksi tawuran, SY akhirnya luluh dan menyerahkan kembali proses hukum anaknya kepada petugas .

"Kami juga bukan orang gila yang tangkapi sembarang orang, tidak mungkin kit atangkapi kalau dia tidak punya kesalahan," Kata Ipda Supiadi, Kepala Unit Patroli Motor [Patmor] Polres Bone. | AT | H | KP |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016