Acehtraffic.com - Sumber-sumber di Riyadh mengkonfirmasikan indikasi perpecahan di dalam militer Arab Saudi dan juga penolakan sekelompok tentara negara ini dalam melaksanakan instruksi penumpasan warga.
Fars News 20 Agustus 2012 melaporkan, sumber-sumber terpercaya kepada majalah al-Manar terbitan Palestina menyebutkan bahwa indikasi perpecahan dalam militer Arab Saudi mulai tampak ke permukaan.
Sumber itu menegaskan bahwa terjadi friksi hebat dalam militer Arab Saudi khususnya di sejumlah pangkalan militer di wilayah al-Syarqiyah di timur Saudi.
Friksi muncul setelah sebuah satuan militer menolak melaksanakan instruksi penumpasan para jemaah shalat yang sedang pulang dari shalat berjamaah Jumat lalu (17/8). Para jemaah shalat itu dalam perjalanan pulang meneriakkan slogan-slogan anti-rezim al-Saud.
Satuan pasukan yang sama pekan lalu juga menolak instruksi dari pusat untuk ikut dalam operasi penumpasan demonstrasi warga yang akhirnya masalah berujung pada penindakan para panglima di pangkalan militer tersebut.
Tujuh perwira militer dari pangkalan tersebut dituntut dan diadili. Mereka saat ini sedang diinterogasi dan mengalami penyiksaan.
Satuan militer tersebut adalah pasukan cadangan yang dikirim ke wilayah al-Syarqiyah untuk menumpas protes dan demonstrasi warga.
Menariknya, militer Arab Saudi juga merekrut sejumlah milisi dari berbagai kabilah yang tidak secara resmi direkrut dalam militer dan mereka menerima tugas khusus yaitu melawan segala bentuk ancaman terhadap rezim al-Saud.| AT | M | Irib |


0 komentar:
Posting Komentar