News Update :

Kekerasan Terhadap Rohingya Terus Meningkat di Arakan

Jumat, 03 Agustus 2012






Maungdaw, Arakan | Acehtraffic.com – Pasukan keamanan Myanmar nampaknya tidak menghormati perwakilan PBB Mr Quintana yang mengunjungi Arakan Utara pada tanggal 31 Juli dan 1 Agustus.  Pasukan keamanan terus menangkap dan merampok orang Rohingya meskipun perwakilan PBB sekarang masih berada di Myanmar, kata seorang pemuda dari Maungdaw.

“Para pemuda Rakhine memukuli orang-orang Rohingya yang pergi ke pasar Kota Maungdaw  saat membeli barang dan beras”, kata pemuda itu sebagaimana dilansir Kaladan Press, 2 Agustus 2012.

Beberapa wargaRakhine dan aparat keamanan berkumpul di biara Myoma, Kota Maungdaw sekitar pukul 9.00 pagi waktu setempat dan aparat keamanan meninggalkan biara itu sekitar pukul 10.00 pagi.  Namun pemuda Rakhine masih  berada di biara itu dan tidak diketahui rencana mereka selanjutnya terhadap kota Maungdaw, kata seorang tetua dari Maungdaw.

Pada tanggal 1 Agustus di malam hari, sekitar pukul 22:00, beberapa warga desa Maung Ni, Maungdaw selatan ditangkap oleh personil polisi saat mereka sedang tidur di tenda. Mereka akan dibebaskan apabila sanggup membayar sejumlah uang kepada polisi itu. Setiap orang harus membayar 1,5 juta Kyats sebagai permintaan polisi , tetapi warga Rohingya yang bekerja sebagai buruh itu tidak sanggup membayar uang permintaan polisi, kata seorang penduduk dari desa Maung Ni.

Pada hari yang sama, sekelompok pasukan Nasaka yang disertai dengan beberapa penduduk desa Natala, Maungdaw pergi ke desa Oo Daung di malam hari dan menjarah barang dan uang dari dua anggota keluarga Rohingya. Dua anggota keluarga diketahui bernama Rahman Aziz (35 tahun) anak Kala Meah dan Hamid Hussain (40 tahun) anak Ismail. Sebelumnya Ismail ditangkap oleh pasukan Nasaka pada tanggal 22 Juli dan mengalami penyiksaan parah dan kemudian dikirim ke penjara Buthidaung.

Pada tanggal 31 Juli Mohamed Ayub (30), anak Salim Ullah ditangkap oleh personil Nasaka di wilayah kota Maungdaw saat hendak tidur di took apoteknya. Mereka juga mengambil uang 340.000 Kyat dari tokonya. Keesokan harinya, pada tanggal 1, personil Nasaka itu pergi ke rumahnya dan menjarah uang, dan barang berharga lainnya. Dia telah ditahan di kamp Nasaka sejak 31 Juli, menurut pengakuan seorang pedagang di desa itu.

Di selatan Kota Maungdaw dan tempat-tempat lain sekitarnya, banyak perempuan dan gadis Rohingya diperkosa oleh personil tentara dan Nasaka selama periode kerusuhan terjadi. Mereka juga mengalami kelaparan. (AT) | RD | Z | Kadalan Press
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016