Jeuram | Acehtraffic.com - Protes terhadap hasil pemilihan kepala daerah [pilkada] juga dilancarkan oleh ribuan massa di Nagan Raya dan Aceh Barat, Rabu, 4 Juli 2012 kemarin. Intinya, pengunjuk rasa menghendaki panwas setempat membatalkan hasil pilkada putaran kedua, karena ada indikasi terjadi pelanggaran.
Di Nagan, seribuan massa pendukung cabup/cawabup H Asib Amin/H Djasmi Has MM, pukul 10.00 WIB kemarin mendatangi gedung DPRK setempat di Kompleks Perkantoran Suka Makmue. Mereka naik puluhan mobil, truk, dan ratusan sepeda motor.
Dalam aksi itu massa sempat marah, karena permintaan mereka untuk mengamankan kotak suara dengan melibatkan masyarakat tidak digubris pihak terkait.
Massa berusaha menerobos ke dalam Gedung DPRK Nagan Raya, tempat berlangsungnya rapat penjelasan tata cara rekapitulasi penghitungan suara kepada masing-masing tim sukses para kandidat.
Namun, rencana itu gagal karena dicegah oleh perwakilan massa yang sebelumnya berada di dalam gedung. Merasa tak ada yang merespons di DPRK, massa bergerak ke Kantor KIP Nagan Raya di Jeuram yang berjarak lima kilometer dari DPRK. Setiba di kantor KIP, massa kembali dihadang aparat kepolisian yang melakukan penjagaan ketat sehingga langkah pendemo yang ingin mengamankan kotak suara di kantor KIP, terhenti. Situasi semakin memanas, namun bisa cepat diredam polisi.
Ditangkap
Dampak insiden itu memaksa polisi menangkap pendemo berinisial MS [35], warga Desa Purwodadi, Kecamatan Kuala, Nagan Raya yang kedapatan membawa senjata tajam saat unjuk rasa berlangsung.
Disinyalir, pria berambut cepak ini akan memprovokasi masyarakat saat demo berlangsung. Polisi bahkan memborgol pria kurus tinggi itu guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Setelah pendemo bubar, pria itu dilepaskan polisi berdasarkan permintaan rekannya.
Setelah berembuk selama beberapa jam bersama Kapolres Nagan Raya AKBP Heri Heryandi, Dandim 0116 Nagan Raya Letkol Inf Yunardi, komisioner KIP Drs Syamsul Bahri, Bukhari, serta perwakilan massa, akhirnya sekitar pukul 18.30 WIB pihak Panwaslu Nagan Raya melalui Ketua Teuku Yusmaidi Kamsuri menjumpai pendemo guna menyampaikan rekomendasi yang sudah dikeluarkan oleh pihaknya.
Rekomendasi tersebut Nomor 312/Panwas/NR/VII/2012 tertanggal 4 Juli 2012, Kapolres Nagan Raya AKBP Heri Heryandi yang bicara di hadapan seribuan massa, berjanji melakukan pemantauan terkait situasi terkini di KIP setempat sehingga adanya kejelasan terhadap tuntutan masyarakat, sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan panwas.
“Saya bersama masyarakat, siapa pun yang melanggar hukum tetap ditindak tegas,” kata Kapolres. Usai memberikan pengarahan, seribuan massa yang sebelumnya bertahan di KIP Nagan Raya langsung membubarkan diri. Mereka juga melaksanakan shalat Magrib di Masjid Agung Jeuram.
Aksi di Meulaboh
Dari Meulaboh dilaporkan, tim sukses pemenangan calon bupati/wakil bupati Aceh Barat, H Ramli MS/Moharriadi Syafari, Rabu, 4 Juli 2012 sekitar pukul 12.30 WIB mendatangi kantor panwas. Mereka melaporkan sejumlah temuan pelanggaran saat pilkada putaran kedua berlangsung Senin, 2 Juli 2012.
Laporan itu disampaikan Masrizal SSi, Ketua Umum Pemenangan Pasangan H Ramli MS/Moharriadi Syafari. Masrizal bersama Sekumnya, Fitriadi dan sejumlah perwakilan lainnya, diterima oleh Ketua Panwaslu Rosni Idham dan anggotanya Ida Raudah SH.
Masrizal mengatakan, kedatangan pihaknya ke panwas untuk menuntut pengusutan sejumlah temuan yang menurut mereka sangat fatal. Di antaranya yang paling menonjol adalah kasus pemilih ganda yang melibatkan sejumlah pelaku, termasuk anggota DPRK Aceh Barat, Ramli SE. Hingga kemarin polisi masih mengamankan Ramli SE dari hal-hal yang tak diharapkan. | AT | SR |


0 komentar:
Posting Komentar