Acehtraffic.com - Nafsu Amerika Serikat untuk meruntuhkan pemerintahan Suriah di bawah Presiden Bashar Al Assad kian tak terbendung. Serangkaian upaya dilakukan untuk memberikan saksi terhadap Bashar dan Suriah, termasuk menggalang beberapa kekuatan dunia.
Namun, di balik upaya negeri adidaya tersebut, tersimpan sebuah maksud lain. Di mana maksud lain tersebut adalah karena Basha al Assad dinilai tidak memenuhi kepentingan Israel.
Demikian disampaikan seorang ahli urusan peradilan dan kejahatan, Omar Nashabi dalam wawancaranya dengan Press TV, Rabu, 18 Juli 2012. "Apa yang terjadi? Apakah kehancuran sebuah negara karena negara tersebut mengambil sikap tegas terhadap Israel?" ujarnya.
"Mereka [negara Barat] menggunakan PBB, mereka menggunakan perundingan tapi intinya adalah mereka ingin menghancurkan Suriah," katanya menambahkan.
Analis tersebut juga mencatat bahwa semua kekerasan yang meletus di Suriah bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Suriah.
"Mereka [negara Barat] ingin melemahkan Suriah, mereka ingin menghapus rezim ini dan menempatkan sebuah rezim yang pro-NATO, pro-Barat demi kepentingan mereka di wilayah tersebut karena Suriah di bawah Assad merupakan masalah bagi kepentingan NATO dan kepentingan Amerika serta kepentingan Israel di kawasan," beber Nashabi.
Suriah menjadi ajang kerusuhan kelompok-kelompok didikan Aliansi Poros Setan lebih dari 16 bulan. Damaskus menyalahkan "penjahat, sabotase, dan kelompok teroris bersenjata" pemicu kerusuhan, dan menyatakan bahwa mereka dikontrol dari luar negeri. | AT | H | RP |
Namun, di balik upaya negeri adidaya tersebut, tersimpan sebuah maksud lain. Di mana maksud lain tersebut adalah karena Basha al Assad dinilai tidak memenuhi kepentingan Israel.
Demikian disampaikan seorang ahli urusan peradilan dan kejahatan, Omar Nashabi dalam wawancaranya dengan Press TV, Rabu, 18 Juli 2012. "Apa yang terjadi? Apakah kehancuran sebuah negara karena negara tersebut mengambil sikap tegas terhadap Israel?" ujarnya.
"Mereka [negara Barat] menggunakan PBB, mereka menggunakan perundingan tapi intinya adalah mereka ingin menghancurkan Suriah," katanya menambahkan.
Analis tersebut juga mencatat bahwa semua kekerasan yang meletus di Suriah bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Suriah.
"Mereka [negara Barat] ingin melemahkan Suriah, mereka ingin menghapus rezim ini dan menempatkan sebuah rezim yang pro-NATO, pro-Barat demi kepentingan mereka di wilayah tersebut karena Suriah di bawah Assad merupakan masalah bagi kepentingan NATO dan kepentingan Amerika serta kepentingan Israel di kawasan," beber Nashabi.
Suriah menjadi ajang kerusuhan kelompok-kelompok didikan Aliansi Poros Setan lebih dari 16 bulan. Damaskus menyalahkan "penjahat, sabotase, dan kelompok teroris bersenjata" pemicu kerusuhan, dan menyatakan bahwa mereka dikontrol dari luar negeri. | AT | H | RP |


0 komentar:
Posting Komentar