Banda Aceh | Acehtraffic.com — Dua puluhan mahasiswa yang menamakan diri Mahasiswa Peduli Nagan Raya berunjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Aceh di kawasan Jeulingke, Banda Aceh, Selasa 10 Juli 2012. Mereka menuntut Kapolda Aceh untuk menindak oknum polisi yang menembak warga di Nagan Raya.
Dalam aksi yang berlangsung di depan Mapolda, mahasiswa membawa sejumlah spanduk yang berisikan tuntutan untuk menindak oknum polisi yang menembak warga Nagan Raya. Aksi berlangsung hanya sekitar 15 menit karena tidak ada izin dari pihak kepolisian.
Koordinator Lapangan Bahera mengatakan, tiga warga Nagan Raya ditembak oknum polisi saat berunjuk rasa di depan kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Nagan Raya, Senin 9 Juli 2012 malam. Akibatnya, tiga warga mengalami luka-luka sehingga harus di rawat di Rumah Sakit Umum Nagan Raya dan Puskesmas setempat.
“Kami meminta Kapolda untuk segera menindak lanjuti oknum tersebut,” kata Bahera kepada wartawan.
Bahera menambahkan, mereka mengecam oknum polisi yang telah melakukan aksi arogansi terhadap masyarakat. Mereka meminta pihak kapolda untuk menindak oknum polisi yang melakukan penembakan.
Pamenwas Polda Aceh AKBP Mach Fudhi mengatakan, Polda Aceh sudah menurunkan tim Propam untuk menyelidiki oknum polisi yang telah menembak warga. “Jika terlibat akan kita tindak,” kata Mach Fudhi saat menemui pengunjuk rasa.
Karena tidak memiliki izin, akhirnya pengunjuk rasa diminta untuk meninggalkan Mapolda Aceh.
(Polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan unjukrasa di KIP Nagan Raya, kemarin. Akibatnya, tiga warga mengalami luka. Sejumlah polisi juga dikabarkan mengalami luka dalam kerusuhan memprotes hasil pilkada putaran kedua di sana.) | AT | AK |


0 komentar:
Posting Komentar