Banda Aceh | Acehtraffic.com - Komisi Independen Pemilihan (KIP) menetapkan pasangan Teuku Alaidinsyah/Rachmad Fitri HD sebagai bupati dan wakil bupati Aceh Barat, Provinsi Aceh, periode 2012-2017, setelah pada pilkada tahap kedua meraih 55,67 persen suara.
Ketua KIP Aceh Barat Mahrizal saat dihubungi dari Banda Aceh, Minggu 8 juli 2012 menyatakan, keputusan tersebut merupakan hasil rapat pleno hari ini di gedung DPRK setempat yang disaksikan semua pihak, termasuk perwakilan dua kubu tim sukses pemenangan calon kepala daerah itu.
Teuku Alaidinsyah yang akrab disapa H Tito bersama Rachmad Fitri dengan nomor urut delapan ini, berhasil mendapat suara terbanyak pada pilkada putaran kedua, 2 Juli 2012, dan pilkada ulang di dua tempat pemungutan suara (TPS) pada 8 Juli 2012 sebanyak 50.378 suara atau 55,67 persen.
Sementara untuk pasangan Ramli/Mohariadi dengan nomor urut 11 hanya mendapat 40.111 suara atau 44,33 persen dari 118.170 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di 478 tempat pemungutan suara di 12 kecamatan.
"Menyangkut permintaan pilkada ulang oleh pendukung Ramlli/Mohariadi itu bukan wewenang KIP, namun tuntutan mereka kita respon dan kita ajukan juga ke Mahkamah Konstitusi," katanya.
Disaat pengumuman pemenang dan sekaligus penyampaian penetapan bupati dan wakil bupati Aceh Barat tersebut hampir dua ratusan orang dari massa pendukung Ramli/Mohariadi melakukan aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRK.
Aksi massa yang menuntut sejumlah permintaan terkait indikasi kecurangan pilkada tersebut berlangsung aman di bawah kendali dua ratus personil Polri dari Brimob yang berjaga ketat, sehingga tidak satu orang pun menerobos halaman gedung DPRK.
Pada pilkada putaran kedua ini pasangan H Tito/H Nanda didukung oleh 11 partai koalisi nasional dan lokal yakni Partai Demokrat, Golkar, PAN, PDIP, PPP, PKPI, PKB dan Patriot serta partai lokal lainnya yaitu PA, PDA dan PBA.
Sementara pasangan Ramli/Mohariadi didukung dua partai koalisi yakni PKS dan PRA serta komunitas KPA Aceh Barat.
"Banyak pelanggaran yang terjadi. Kami tidak bisa terima, sebab itu pilkada harus diulang, masyarakat kecewa dengan semua ini," tegas Edi Candra, orator aksi pendukung mantan bupati Aceh Barat itu. | AT | AN |

0 komentar:
Posting Komentar