Jakarta | Acehtraffic.com - Pasar keuangan di Asia kemungkinan terkoreksi pada Selasa 3 Juli 2012 ini, merespon indeks manufaktur Amerika Serikat yang turun di bawah level optimis. Potensi pelemahan juga diperkirakan terjadi pada nilai tukar rupiah atas dollar AS.
ISM indeks manufaktur AS untuk bulan Juni turun secara tak terduga di bawah level optimis 50, yaitu 49,7. Ini merupakan pertama kalinya sejak 3 tahun terakhir, turun dari 53,5 pada bulan Mei.
Kendati demikian, menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, ekonomi AS masih jauh dari kondisi resesi yang biasanya ditandai dengan ISM indeks manufaktur di sekitar angka 40-an.
"Untuk rupiah kami perkirakan ada potensi pelemahan di kisaran antara Rp 9.400 - Rp 9.430 per dollar AS," kata Lana.
Kemarin nilai tukar rupiah berhasil dibawa menguat ditutup di Rp 9.383 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg). Penguatan ini terbawa sentimen positif penguatan euro terhadap dollar AS, sejalan dengan kesepakatan dalam KTT Uni Eropa akhir minggu lalu.
Penguatan juga terjadi pada sebagian besar bursa Asia termasuk Indonesia (IHSG). IHSG naik 0,91 persen menjadi 3.991,54.| AT | KS |


0 komentar:
Posting Komentar