
Acehtraffic.com - Anak laki-laki yang tidak disunat memiliki risiko tinggi infeksi saluran kemih.
Demikian hasil penelitian terbaru yang dilakukan para peneliti dari Kanada.
Infeksi saluran kemih adalah salah satu infeksi yang paling umum bakteri serius pada anak-anak. Bila tidak segera diobati, dapat menyebabkan infeksi pada darah atau luka pada ginjal.
Untuk menentukan apakah risiko infeksi lebih tinggi pada anak laki-laki dengan meatus uretra (lubang kencing) terlihat, para peneliti mengamati penampang dari 393 anak laki-laki yang mengunjungi bagian gawat darurat dengan gejala infeksi saluran kemih.
Hasil penelitian menunjukkan, dari 393 anak laki-laki, 40 anak tidak disunat dan memiliki meatus uretra-nya terlihat, sedangkan 269 memiliki meatus sebagian atau nonvisible, dan 84 disunat.
"Kami pikir bahwa kulup (kulit penis) yang tak disunat dengan meatus uretra (lubang kencing) terlihat buruk mungkin berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi saluran kemih," kata Dr Sasha Dubrovsky dari Montreal Children's Hospital, McGill University Health Centre dan rekan.
Namun, dalam penelitian tersebut tidak ditemukan perbedaan dalam risiko dengan tingkat visibilitas (keadaan yang dapat diamati) pembukaan uretra.
Para peneliti menemukan bahwa anak laki-laki yang tak disunat terlihat lebih berisiko infeksi, tetapi direkomendasikan untuk menafsirkan hasil ini dengan hati-hati mengingat ukuran sampel dari kelompok kecil, dan dalam studi lain tidak menemukan hubungan keduanya.
"Kami menyarankan bahwa dokter harus mempertimbangkan status sunat saja, bukan tingkat visibilitas uretra, ketika risiko anak laki-laki yang datang ke gawat darurat dengan gejala atau tanda-tanda infeksi saluran kemih," mereka menyimpulkan.
Studi terbaru tersebut telah diterbitkan dalam Kanada Medical Association Journal. ( Zeenews/Ririn Indriani) | Beritasatu.com

0 komentar:
Posting Komentar