Langsa | acehtraffic.com- Ratusan buruh bongkar muat di pelabuhan kuala langsa, melakukan unjuk rasa karena
kurangnya armada kapal yang masuk ke pelabuhan tersebut.
Para buruh menuntut
agar pihak terkait mendukung untuk menghidupkan kembali aktifitas pelabuhan
kuala langsa.
Ratusan buruh yang tergabung dalam Koperasi Tanaga Kerja Bongkar Muat
(KTKBM) kuala langsa, jumat siang melakukan aksi unjuk rasa di pelabuhan kuala
langsa.
Usman Hasyim, wakil ketua KTKBM mengatakan aksi ini dilakukan sebagai
kekecewaan mereka terhadap pemerintah terkait karena pelabuhan kuala langsa
tidak bisa difungsikan dengan semestinya.
Dia menambahkan sudah setahun pelabuhan kuala
langsa vakum tidak ada aktifitas apapun. Tidak ada kapal ang bersandar membawa
barang hasil import dari para importir. Hal ini di duga akibat adanya bebagai
informasi negatif yang beredar tentang barang -barang import yang masuk di
pelabuhan kuala langsa. Sehingga para importir enggan menggunakan pelabuhan
kuala langsa.
“ Sudah setahun pelabuhan kuala langsa vakum tidak
ada aktifitas karena banyaknya informasi negatif dan bohong sehingga para
importir merasa dirugikan,” ungkap Usman.
Kini aktifitas dipelabuhan kuala langsa mulai
bergerak kembali. Minggu lalu sebuah kapal bersandar membawa kacang kedelai dan
menir gabah dari Malaysia.
Para buruh menyatakan sangat senang dengan adanya
kapal masuk ke pelabuhan kuala langsa berati adanya lapangan pekerjaan terhadap
masyarakat setempat. Namun informasi
negatif kembali beredar tentang adanya barang import illegal yang masuk.
Usman menegaskan bahwa barang yang masuk adalah
kacang kedelai bukan beras illegal. Semua barang yang masuk sudah memenuhi
prosedur dan aturan yang berlaku.
“Para buruh bongkar muat menyaksikan sendiri bahwa
yang dibongkar adalah kacang kedelai bukan beras illegal,” kata Usman.
Informasi negatif ini dapat menyebabkan
pelabuhan kuala langsa vakum kembali dan akan bertambah pengangguran lagi.
Karena itu kata Usman, pelabuhan kuala langsa harus
dibebaskan dari segala tunggangan kepentingan seseorang atau kelompok.
Pelabuhan tersebut adalah pelabuhan resmi dan diawasi oleh aparat yang
berwenang, sehingga tidak mungkin ada barang illegal yang dapat masuk.
Selain itu, dengan adanya pengiriman barang
langsung ke aceh berarti memotong biaya ongkos. Sehingga masyarakat aceh dapat
menikmati harga barang yang lebih murah. Pada akhirnya memajukan ekonomi di
daerah Aceh. | AT | TAF | RD |


0 komentar:
Posting Komentar