Jakarta | - Mantan Gubernur Aceh
Irwandi Yusuf merasa sedih atas atas insiden pemukulan yang dialaminya usai
menghadiri pelantikan gubernur Aceh terpilih, Senin 25 Juni 2012 kemarin.
Dalam rilis yang terima
INILAH.COM, Irwandi mengatakan, dia menghadiri pelantikan Gubernur Aceh
terpilih, diundang sebagai mantan Gubernur Aceh, dengan maksud untuk memberikan
ucapan selamat kepada Gubernur baru, Dr Zaini Abdullah, dan Wakil Gubernur,
Muzakir Manaf.
Hal itu menurutnya merupakan
kewajiban sebagai mantan Gubernur Aceh untuk menghadiri peristiwa yang
bersejarah.
Momentum pelantikan Gubernur
merupakan kesempatan untuk menunjukkan kepada masyarakat Aceh, Pemerintah
Nasional, kepada seluruh rakyat Indonesia, dan komunitas internasional bahwa
seluruh faksi politik di Aceh sangat serius terhadap rekonsiliasi, kelanjutan
perdamaian dan bekerja sbersama untuk membangun Aceh.
"Saya berharap bahwa
momentum pelantikan ini merupakan kesempatan untuk mendemonstrasikan komitmen
bersama kita terhadap perdamaian. Sayangnya, harapan saya menjadi hilang pada
hari pertama pemerintahan baru."
Menurut Irwandi, selama proses
pelantikan, terdengar teriakan yang merendahkan oleh anggota Partai Aceh (PA)
ketika namanya disebutkan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.
Setelah upacara pelantikan, Irwandi
menyodorkan salam kepada kerumunan yang sebagian besar merupakan anggota Partai
Aceh. Namun, itikad baiknya itu disambut dengan teriakan yang menyebutkan saya
sebagai pengkhianat.
"Tanpa disangka, saya
dikerumuni dan diserang oleh sekelompok pendukung PA, sebagian mengenakan
seragam satgas PA. Saya mendapatkan pukulan di wajah dan kepala selama beberapa
menit.
Petugas keamanan yang ditugaskan
untuk mengawal saya beraksi untuk melindungi dan membawa saya menuju mobil
polisi.
Meski setelah petugas keamanan
membawa saya ke instalasi gawat darurat RS Zainoel Abidin, kami tetap diikuti
dengan aksi kemarahan dari anggota Partai Aceh," ujarnya. | INC


0 komentar:
Posting Komentar