Banda
Aceh | Acehtraffic.com- Pengamat politik dan keamanan Aryos Nevada mengatakan tindakan
pemukulan terhadap mantan Gubernur Irwandi Yusuf, Senin 25 Juni 2012 yang sedang menghadiri acara pelantikan seharusnya
dihormati, apalagi dirinya legowo menerima kekalahan pada pilkada 2012 yang
sudah selesai.
“Tindakan itu menunjukan Satgas PA tidak
menghormati acara seremonial yang penting bagi pemimpinnya sendiri paska
pelantikan selesai di lantik menjadi gubernur dan wakil gubernur yang baru
2012-2017,” Ujar Aryos, Rabu 27 Juni 2012
Menurut
Konsultan Aceh Judical Monitoring Institute itu perilaku pemukulan ini
pun menunjukan masih kuatnya tindakan premanisme yang seharusnmya sudah
dihilangkan. Tindakan pemukulan Satgas PA sebuah tindakan yang sifatnya
reaksioner dan situasional. Sehingga menunjukan kejadian ini lebih disebabkan
rasa dendam yang masih menguat.
“Sudah
seharusnya dihilangkan dalam membangun aceh baru dengan pemimpin baru,”
Dia
menambahkan tidak menutup kemungkinan ini bentuk kelemahan dari pemimpin
mengontrol anak buahnya. Jangan sampai masyarakat menilai bahwa Satgas Partai Aceh
kurang menghargai pemimpin yang sudah
berkontribusi bagi Aceh pada masanya.
Padahal
kalau mau fear justru yang seharusnya sakit hati adalah Irwandi Yusuf karena
telah dilengserkan dari orang nomor satu di Aceh pasca pemilukada 2012. Tapi
ini sebaliknya Satgas PA yang mengamankan pelantikan Zikir sakit hati kepada
Irwandi Yusuf.
Sekali
lagi saya ingin menegaskan sekecil apa pun dampak dari perilaku pemukulan
jangan sampai merusak nilai-nilai demokrasi yang sudah berkembang di Aceh.
Ketika tidak bisa dikelola dan dikendalikan maka berdampak kepada ruang
berekspresi tindakan dan pikiran tidak bisa dihargai lagi pada lima tahun ke
depannya.
Berdasarkan
laporan yang dilansir sejumlah media Irwandi Yusuf
dipukuli sejumlah orang berpakaian satuan petugas Partai Aceh. Penyebab pemukulan
itu diduga masih adanya dendam pilkada 2012, dimana Irwandi maju lewat jalur Independen, dan itu dianggap
oleh Partai Aceh adalah sebagai musuh. .
Kejadian ini terjadi tak lama setelah Gubernur NAD yang baru dilantik Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Senin 25 Juni 2012. Saat ke luar dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, tempat pelantikan, Irwandi masih tampak menebar senyum.
Tak lama, terdengar teriakan-teriakan dari sejumlah satgas Partai Aceh. Dan masih di halaman itu juga, Irwandi tiba-tiba dikerubungi sejumlah orang dan dipukuli. Sejumlah pengawal Irwandi pun tak luput dari sasaran pemukulan.
Untunglah, sejumlah polisi yang berjaga di lokasi berhasil melerai. Irwandi dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Menkopolhukam mendesak Kapolri untuk memproses secara hukum kasus pemukulan mantan orang nomor satu di Aceh itu. | AT | RD | RZ |
Kejadian ini terjadi tak lama setelah Gubernur NAD yang baru dilantik Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Senin 25 Juni 2012. Saat ke luar dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, tempat pelantikan, Irwandi masih tampak menebar senyum.
Tak lama, terdengar teriakan-teriakan dari sejumlah satgas Partai Aceh. Dan masih di halaman itu juga, Irwandi tiba-tiba dikerubungi sejumlah orang dan dipukuli. Sejumlah pengawal Irwandi pun tak luput dari sasaran pemukulan.
Untunglah, sejumlah polisi yang berjaga di lokasi berhasil melerai. Irwandi dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Menkopolhukam mendesak Kapolri untuk memproses secara hukum kasus pemukulan mantan orang nomor satu di Aceh itu. | AT | RD | RZ |


0 komentar:
Posting Komentar