News Update :

Wawancara Otto Syamsuddin Ishak Soal Kekerasan Jelang Pilkada Aceh

Minggu, 06 Mei 2012


Otto Syamsuddin Ishak adalah Sosiolog dari Universitas Syah Kuala di Banda Aceh dan kini Aktif sebagai peneliti senior di Imparsial Jakarta. Berikut wawancara terkait beberapa kasus kekerasan yang terjadi menjelang pemilu di Aceh.

Aceh Traffic :  Bagaimana pandangan anda  tentang kasus penembakan membabi buta  buruh Gali kabel di Bireuen, Aneuk Galong Banda Aceh, Kasus Penembakan Di PT Setya Agung Aceh Utara, Kasus Penembakan di Langkahan Aceh Utara ? dan Kasus penembakan Saiful alias Cagee mantan GAM Bate Ilek itu?

Otto Syamsuddin : Itu aksi yang dilakukan dengan politik dalam kaitannya dengan pilkada. Mereka mencoba memantik sentimen etnis yang bisa menimbulkan konflik horizontal. Kalau konflik terjadi, maka pilkada terganggu.  

Acehtraffic.com: Menurut anda  beberapa kasus tersebut, masuk ngak ke ranah pelanggaran HAM, kalau tidak kenapa? Kalau iya kenapa ?

Otto Syamsuddin :  Ya, buktikan dulu,  itu dilakukan oleh siapa, apakah aparat keamanan atau pertahanan negara. Atau oleh sebuah organisasi politik bersenjata. Kalau tak bisa dibuktikan, maka kasus tersebut adalah pidana biasa.

Acehtraffic.com: Apakah kasus ini ada kaitannya satu sama lain? Atau penemabkan ini terkait dengan kasus Penembakan mantan GAM Batee Ilek?

Otto Syamsuddin :  Polisi belum menemukan buktinya. Malah ditangani oleh Densus 88, maka bisa diorientasikan masuk ke masalah terorisme.

Acehtraffic.com: Menurut polisi ada beberapa yang telah ditangkap terkait kasus diatas dan kini ditahan di Mabes Polri Di Jakarta ? Menurut Anda kenapa haruis melibatkan tiom Mabes Polri sementara Polda Aceh memiliki cukup personil ?

Otto Syamsuddin : Itu bisa dikarenakan profesionalitas polisi sendiri. bisa juga ada kaitannya dengan jaringan di luar aceh, misalnya soal terorisme, sehingga ditangani oleh mabes polri.

Acehtraffic.com: Menurut anda kenapa polisi terkesan tidak terbuka dengan beberapa kasus diatas? Kenapa?

Otto Syamsuddin : Wah, saya tak tahu kenapa polisi demikian. lebih tepatnya, tanyakan saja langsung dengan pihak kepolisian. tapi kalau kasusnya terorisme, biasanya tertutup dalam penanganannya.

Acehtraffic.com: Apakah menurut analisa anda ? Berbagai kasus tersebut terstruktur atau terjadi dengan sendirinya?

Otto Syamsuddin : Ada yang terencana dan sistematis, ada yang tidak. Kalau kasus etnis, itu terancang dengan baik.

Acehtraffic.com: Menurut penglihatan bapak kasus ini terkait dengan kepentingan politik ? Kira-kira kepentingan kelompok mana? Apakah ada kepentingan Jakarta di sini ?

Otto Syamsuddin : Nggak tahu saya kalau soal kelompok. polisi yang profesional dan bertanggungjawab penanganan itu saja belum menarik sebuah kesimpulan.

Acehtraffic.com: Apa harapan anda terhadap pengungkapan kasus- kasus yang tersebut diatas? Apakah anda yakin  polisi mengungkap hingga ke akar-akarnya ? atau mendiamkan ? Apa harapan anda terhadap masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam?

Otto Syamsuddin : Wah, itu bukan soal harapan personal. itu semua kewajiban negara untuk mengungkapkannya. kalau negara tak mampu mengungkapkannya, maka rezim ini gagal dalam menjalankan konstitusi yang menyatakan ini sebuah negara hukum. lalu, bisa menimbulkan kekacauan sosial di mana-mana. | AT | RD |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016