
Bogor | Acehtraffic.com - Pihak tim evakuasi Rusia, M4 POCCNN kecewa
tidak diberikan izin melakukan evakuasi langsung di Puncak Manik, Gunung
Salak, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Minggu 13 Mei 2012
Diwakili juru
bicaranya dari kedutaan Rusia di Jakarta, Dmitry Solodov mengatakan para
personil tim investigasi Rusia kecewa dan protes keras dengan tidak
diberikan izin evakuasi langsung dan izin terbang helikopter ke Puncak
Manik, Gunung Salak.

"Sudah ada kesepakatan antara pemerintahan
Indonesia dan Rusia. Kami akan terus upayakan agar diberikan izin untuk
investigasi langsung," ujarnya kepada Republika seusai berbicara untuk
meminta izin ke Kolonel (inf) AM Putranto, sebagai penanggung jawab
lapangan Basarnas untuk evakuasi korban kecelakaan pesawat buatan Rusia
di Gunung Salak itu.
"Kami punya kepentingan, terdapat delapan
warga negara kami dan pesawat itu masih milik kami. Jadi tidak ada
alasan kami tidak diberi izin evakuasi dan investigasi. Ini kecelakaan,
tidak ada kepentingan, jadi kita bersama-sama harus saling percaya dan
membantu secepat mungkin terselesainya proses evakuasi korban,
identifikasi dan investigasi," jelas Solodov dengan ngotot di tenda
darurat berwarna orange di posko helipad di pingir lapangan Pasir Pogor,
Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jabar.
Menurut Solodov,
pemerintah Rusia melakukan berbagai langkah untuk menyelidiki penyebab
kecelakaan tersebut. Rusia sesegera mungkin membuka penyelidikan
kriminal atas kecelakaan pesawat tersebut.
Selain itu, Perdana
Menteri (PM) Rusia Dmitry Medvedev juga memerintahkan investigasi
insiden itu yang sesuai dengan prosedur Kementerian Industri dan
Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, dan perusahaan pembuat pesawat
milik negara United Aircraft Corp.
Sebanyak 45 orang yang terdiri
dari kru dan penumpang pesawat Sukhoi yang mengalami kecelakaan tersebut
dan kemungkinan besar tewas semua, termasuk delapan warga Rusia, satu
warga Amerika Serikat, satu warga Prancis, dua warga Italia, dan 33
warga Indonesia.

"Operasi evakuasi Rusia di Gunung Salak ini
melibatkan personel polisi, militer, dan badan rescue sebanyak 58
orang," ungkap Solodov.
Solodov, menjamin kerabat dari delapan
warga negara Rusia yang berada di pesawat itu akan mendapat semua
informasi yang diperlukan melalui telepon.
"Jika diizinkan kami bekerja
sangat cepat,'' tegasnya yang mengungkapkan para personil tim evakuasi
Rusia sangat kecewa karena belum mendapatkan izin melaksanakan operasi
evakuasi di Gunung Salak, Bogor, Jabar, Minggu 13 mei 2012 | RP

0 komentar:
Posting Komentar