News Update :

SMKN 2 Bandung Akan Pamerkan Mobil Di Panggung Bergoyang

Sabtu, 19 Mei 2012

Bandung | Acehtraffic.com - Seandainya mobil Esemka dinyatakan layak diproduksi secara massal, tentu ada kebutuhan untuk memamerkan mobil rakitan siswa SMK ini di showroom atau berbagai ajang pameran. Peluang inilah yang digagas SMKN 2 Bandung dengan membuat moving stage atau ”panggung bergerak”.

Mobil yang dipamerkan biasanya dipajang dalam keadaan statis sehingga monoton. Jika mobil yang hendak dijual dipajang di ”panggung bergerak atau bergoyang” alias moving stage, tentu lebih bisa menarik perhatian pengunjung. Mobil yang dipamerkan bisa bergerak tidak hanya memutar, tetapi juga turun-naik atau gerakan menawan lainnya.

Moving stage ini bisa dipakai untuk memamerkan mobil besar multi-purpose vehicle premium. Panggung moving stage bisa diatur sesuai ukuran mobil yang dipakai secara berpindah-pindah.

SMKN 2 Bandung yang memiliki kompetensi keahlian permesinan dengan program teknik permesinan, teknik gambar mesin, teknik pengelasan, dan teknik fabrikasi logam menggabungkan potensi siswa untuk memodifikasi alat-alat yang dibutuhkan untuk pendukung tumbuhnya industri otomotif Indonesia. Pembuatan moving stage yang diperkirakan bernilai jual sekitar Rp 60 juta ini melibatkan 25 siswa dari berbagai kompetensi keahlian di kelas X-XII, yang tergabung dalam ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja.

”Keahlian kami kan bukan membuat mobilnya. Tetapi kami bisa mendukung dengan membuat alat untuk dipakai saat mobil dipamerkan,” kata Agus Hendrik, Ketua Bengkel SMKN 2 Bandung.

Moving stage buatan SMKN 2 Bandung ini memang masih dalam bentuk prototipe, masih sekitar 80 persen. Saat ini, pihak sekolah masih menunggu pembelian program learning circuit untuk penggerak yang cocok dengan desain yang sudah dibuat.

Usai jam sekolah

Alfie Syahrie, siswa teknik permesinan, mengatakan, siswa mengerjakan moving gate seusai jam sekolah. Siswa teknik gambar mesin membuat desain gambar sekitar satu bulan.

Lalu, pekerjaan dimulai dengan membentuk lembaran - lembaran pelat baja berukuran 3 mm, 6 mm, dan 8 mm untuk membuat dudukan roda, lengan-lengan moving stage yang nanti dibentuk silang dengan tumpuan housing unit.

Sekolah nanti mencari penggerak moving stage yang agak beda dengan di pasaran, termasuk bisa mengangkat mobil dengan ketinggian sekitar 30 cm dari permukaan tanah.

Selain itu, sekolah ini juga membuat prototipe tail gate untuk truk pengangkut barang.

”Jadi, tail gate tidak hanya bidang miring. Tail gate yang kami buat ini bisa diturunkan hingga ke bawah, dengan maksud untuk memudahkan dan mengamankan pengangkatan barang-barang yang berat,” kata Agus.

Beragam barang

Potensi lain dari sekolah ini, para siswa juga sudah memproduksi beragam barang dengan memanfaatkan mesin-mesin yang ada di sekolah. Setidaknya ada 20 item karya siswa untuk teknik permesinan. Adapun siswa dengan kompetensi keahlian fabrikasi logam mesti tahu menyambung logam berbagai bentuk dan ukuran.

Asep Tapip, Kepala SMKN 2 Bandung, mengatakan, produk karya guru dan siswa SMKN 2 Bandung ini rencananya akan diluncurkan sebelum tahun ajaran baru.

Menurut Asep, sekolah yang mendapatkan bantuan berbagai mesin ini bakal memanfatkannya untuk membuat suvenir khas Jawa Barat dan Indonesia dari berbagai bahan logam. Benda yang dibuat mulai dari gantungan kunci hingga guntingan kuku.

Karya lainnya, SMKN 2 Bandung juga membuat produk penjernih air dengan memanfaatkan alat-alat yang sederhana tanpa mesin pompa. Prinsipnya, dengan memodifikasi alat serupa yang ada di pasaran.

Alat penjernih air ini dibuat dari dua tong plastik berukuran 250 liter. Air kotor dimasukkan ke dalam tong yang sudah diberi bahan-bahan yang di bagian bawahnya secara berturut-turut diberi kerikil, karbon aktif, manganese zeolit [untuk menyerap kandungan zat besi], dan pasir silika. Kedua tong dihubungkan dengan pipa di bagian bawah.

Air yang tersaring pun berpindah ke tong yang kosong. Jika selama ini keran air diletakkan di bawah, pada produk ini keran air bersih dibuat di bagian atas. Dengan prinsip bahwa bagian atas itu justru air yang paling bersih.

Sekolah ini juga membuat penyangga in focus yang digantung di langit-langit sehingga bisa digerakkan ke segala ruangan.

Magang ke Jepang

Alumni teknik permesinan dari sekolah ini diminati industri di dalam dan luar negeri. Sebelum lulus saja, sudah lebih dari 10 persen siswa kelas XII bekerja di berbagai industri di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Siswa kelas XII jurusan teknik gambar mesin yang ada saat ini sudah habis dipesan industri.

Adapun permintaan alumni program keahlian teknik permesinan tetap paling banyak diminta. Sekolah ini digandeng PT Jiaec selama 10 tahun untuk mengirim alumninya magang ke Jepang.

”Sejauh ini, kepercayaan Jepang pada lulusan sekolah kami baik. Tidak ada siswa yang bermasalah selama magang,” kata Agus Hartono, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat.

Asep mengatakan, proyeksi ke depan, ada permintaan dari China dalam rangka kemitraan antarsekolah pada bidang pendidikan dan kerja atau magang.

”Rencananya, Agustus 2012 mau ditandatangani nota kesepahaman dengan didampingi Dinas Pendidikan Kota Bandung,” ujar Asep.

Kelas XII sebanyak 381 siswa, pada awal semester genap sudah 10 persen dilamar dan setelah selesai ujian nasional langsung bekerja. Bahkan, sekolah menggelar pelepasan siswa yang direkrut perusahaan. Ada juga yang berwirausaha dengan membuka bengkel bubut dan fraise, atau pengelasan yang jumlahnya bisa mencapai 15 persen.

Sekolah ini juga mendapat tawaran dari Universitas Pendidikan Indonesia [UPI] Bandung bagi alumni yang hendak melanjutkan kuliah. UPI memberikan biaya kuliah dan biaya hidup gratis bagi tiga alumnus untuk kuliah di pendidikan mesin. Peluang yang sudah berjalan dua tahun ini ditawarkan bagi siswa miskin berprestasi. Program ini untuk menyediakan pendidik di teknik permesinan. | AT | KP |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016