Jakarta
| Acehtraffic.com - Ketua DPP Partai Demokrat bidang Komunikasi dan Informasi Ruhut
Sitompul mengatakan dirinya tidak akan membesuk tersangka kasus suap
Wisma Atlet Jakabaring, Angelina Sondakh, di tahanan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia khawatir, jika membesuk Angie,
reputasinya sebagai orang yang antikorupsi akan ternoda.
“Sudah 30 tahun lebih saya jadi pengacara, tidak pernah bela koruptor,” kata Ruhut saat dihubungi pada Sabtu, 5 Mei 2012 siang.
Langkahnya tidak membesuk Angie, kata Ruhut, juga sesuai dengan arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY meminta agar kader Demokrat tidak melindungi koruptor, meski dia adalah rekan separtai. “Pesan Presiden, koruptor tidak akan kita lindungi,” ujarnya.
Ruhut yakin KPK tidak sembarangan menahan Angie terkait keterlibatannya dalam kasus suap Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Berkaca dari rekam jejak KPK, Ruhut mengatakan lembaga antirasuah itu selalu punya bukti yang kuat untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka dan menahannya. “KPK tidak pernah main-main,” katanya.
Ruhut mengatakan Angie sebaiknya tak lagi berkelit dalam memberi keterangan kepada penyidik KPK. Sebaiknya, kata Ruhut, Angie menjelaskan keterlibatannya dengan terang. Ia juga menyarankan Angie agar menjadi justice collaborator sesuai dengan yang ditawarkan KPK. “Tawaran KPK itu sangat bagus,” katanya.
Mantan Puteri Indonesia, Angelina Sondakh, ditahan KPK sejak Jumat, 27 April 2012. Sejak itu petinggi Partai Demokrat silih berganti datang membesuknya, di antaranya Sutan Batoeghana; Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa; serta dua Ketua Demokrat lainnya, Gede Pasek Suardika dan Umar Arsal.| Tempo.co


0 komentar:
Posting Komentar