News Update :

OPM Ingin Hidup Damai dengan Polisi

Jumat, 11 Mei 2012

Papua| Acehtraffic.com - Koordinator Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka, Lambertus Pekikir, menginginkan pasukannya hidup damai dengan kepolisian. Komitmen itu harus dibangun untuk menghadapi kemerdekaan Papua yang dapat tiba sewaktu-waktu.

“Hidup damai itu lebih baik, daripada kita harus baku kejar tiap hari, marilah tidak usah lagi berbeda, kita ini sama di tanah Papua,” kata Lambert saat dihubungi Tempo, Jumat 25 Mei 2012.

Ia mengatakan niat untuk mengibarkan Bintang Kejora selama tiga hari, mulai 1 Juli mendatang, tak perlu ditanggapi berlebihan oleh kepolisian. Penolakan polisi akan memicu konflik berkelanjutan antara pejuang Papua dan aparat negara.

“Polisi tidak usah main ancam dengan ingin menangkap pasukan saya, ini tanah saya. Kalau Bintang Kejora dikibarkan, tidak ada yang salah dengan itu. Kami hanya ingin polisi lebih tenang agar kita bisa hidup aman sama-sama,” ucapnya.

Lambert berencana mengibarkan bendera Papua itu untuk memperingati hari kemerdekaan yang jatuh pada 1 Juli. “OPM pada prinsipnya mengakui keberadaan Indonesia, hukum Indonesia di Papua legal. Nanti bila saatnya merdeka, baru kemudian hukum itu dihapus,” katanya lagi.

Tokoh perang OPM itu mengancam apabila kepolisian menangkap pejuang Papua yang mengibarkan Bintang Kejora nanti, dia akan angkat senjata.

“Kalau tangkap, ada hadiah untuk polisi. Kalau tidak mau ada yang korban, kita berdamai saja. Biarkan kami jalan dengan perjuangan, dan polisi menjaga rakyat Papua sementara waktu.”

Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Bigman Lumban Tobing memastikan jika OPM tetap menaikkan Bintang Kejora, mereka akan diringkus. “Siapa saja yang ingin mengacaukan daerah ini, akan saya tangkap dan tindak tegas,” ucapnya.

Tobing menambahkan Papua dalam kondisi aman dan terkendali. “Menjadi tugas kita menjaga keamanan bersama, memang ada beberapa kelompok yang ingin memisahkan diri, tapi bila mengacau, akan ditangkap.”

Sebelumnya, sebanyak 50 Bintang Kejora dikibarkan warga Papua di Kabupaten Kepulauan Yapen, Jumat, 20 April 2012. Pengibaran sebagai dukungan atas peluncuran International Parlementarian of West Papua (ILWP) di Amerika. Di Manokwari, puluhan bendera Papua juga mewarnai unjuk rasa memprotes masuknya Papua ke NKRI, 1 Mei lalu. | AT | TEMPO.CO
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016