Banda Aceh | Acehtraffic.com-
Sejak tahun 1977 masyarakat Aceh kena tangkap dan kena pukul dari aparat karena
terlibat dalam Gerakan Aceh Merdeka, dizaman kekinian penculik, pemukul dan
penembak sudah digantikan oleh sekelompok orang yang mengaku pejuang?
Sepertinya puluhan ribu warga
Aceh mati dan kena pukulan saat konflik, saat masyarakat membela dan memberi
perlindungan serta memberi nasi kepada kaum yang mengaku pejuang untuk
memerdekakan Aceh, walau masyarakat sadar bila ketahuan sama Kopassus, dan
tentara banyak yang dipukuli, diculik, dan tidak sedikit juga- yang tewas.
Namun setelah damai 15 Agustus
2005 lalu, dan baru 5 tahun masyarakat bebas mencari nafkah tanpa ada rasa
ketakutan, dan belum banyakpun yang diberikan balas jasa atas pengorabanan
masyarakat. Kini malapetaka itu datang lagi.
Kini bukanlah Kopassus atau TNI
angkatan darat atau pasukan PPRM yang datang? Yang dulu dikau sebut dengan
sebutan PAI.
Tapi kini setelah semua pejuang
GAM dan kemudian berganti nama menjadi KPA dan Partai Aceh baik tingkat lorong, desa, kecamatan bahkan
tingkat luar negeri berada di Aceh, bukannya kedamaian yang berlebih yang
masyarakat dapatkan.
Tapi justru sebaliknya, pekerjaan
yang dulunya dikerjakan oleh PAI (Sebutan GAM untuk Tentera dan Polisi Saat
itu) untuk orang-orang yang terlibat dalam GAM. Tentera dan polisi saat itu
beralasan semua dilakukan itu karena “Masyarakat” telah terlibat dalam gerakan
separatis, dan mengancam disintegrasi bangsa.
Kini sasaran empuk adalah orang –oarang
yang tidak ikut dalam partai tertentu dan
tidak ikut dalam kelompok yang mengusung orang yang paling dikejar oleh PAI di masa silam.
Kini kelompok yang dulunya di kejar PAI sudah aman
damai dan sejahtera, dan kelompok ini pula yang meneruskan kerja mukul, culik,
ancam dan teror kepada orang–orang yang diklaim pengkhianat, dan orang yang
diklaim pengkhianat itu tak lain adalah Rakyat yang mungkin dulunya pernah memasak
nasi, mengantar obat, memberikan sumbangan, dan menyembunyikan dari kejaran
tentera di bawah kolom tempat tidur, serta mengirimin pulsa untuk mu pejuang.
Orang yang diklaim pengkhianat
bukanlah separatis, mereka juga pemilih sah tanah Aceh ini, Cuma yang berbeda
hanya pada pilihan politik antara mendukung calon Gubernur A dan calon gubernur
B.
Status gubernur ayng diusung
sekelompok orang yang menyatakan kepada orang lain pengkhianat juga bila
terpilih bukanlah Gubernur Negara Atjeh. Tapi tetap saja Gubernur Propinsi Aceh
NKRI. Begitu juga dengan calon Gubernur dari orang-orang yang kena klaim
pengkhianat, Gubernurnya juga bila terpilih adalah Gubernur Aceh NKRI
Lelah sudah masyarakat, dulu terancam
dari PAI (sebutan GAM untuk Tentara, Polisi, Dan pejabat Pemerintah), Kini terancam daaaaaaariiiii…..? Hanya anda yang bisa menjawab | AT | RD |


0 komentar:
Posting Komentar