News Update :

Dulu Rakyat Aceh Terancam Dengan PAI (Sebutan GAM Untuk Tentara dan Polisi) Kini Rakyat Aceh Terancam dengan………?

Senin, 09 April 2012


Banda Aceh | Acehtraffic.com- Sejak tahun 1977 masyarakat Aceh kena tangkap dan kena pukul dari aparat karena terlibat dalam Gerakan Aceh Merdeka, dizaman kekinian penculik, pemukul dan penembak sudah digantikan oleh sekelompok orang yang mengaku pejuang?

Sepertinya puluhan ribu warga Aceh mati dan kena pukulan saat konflik, saat masyarakat membela dan memberi perlindungan serta memberi nasi kepada kaum yang mengaku pejuang untuk memerdekakan Aceh, walau masyarakat sadar bila ketahuan sama Kopassus, dan tentara banyak yang dipukuli, diculik, dan tidak sedikit juga- yang tewas.

Namun setelah damai 15 Agustus 2005 lalu, dan baru 5 tahun masyarakat bebas mencari nafkah tanpa ada rasa ketakutan, dan belum banyakpun yang diberikan balas jasa atas pengorabanan masyarakat. Kini malapetaka itu datang lagi.

Kini bukanlah Kopassus atau TNI angkatan darat atau pasukan PPRM yang datang? Yang dulu dikau sebut dengan sebutan PAI.

Tapi kini setelah semua pejuang GAM dan kemudian berganti nama menjadi KPA dan Partai Aceh  baik tingkat lorong, desa, kecamatan bahkan tingkat luar negeri berada di Aceh, bukannya kedamaian yang berlebih yang masyarakat dapatkan.

Tapi justru sebaliknya, pekerjaan yang dulunya dikerjakan oleh PAI (Sebutan GAM untuk Tentera dan Polisi Saat itu) untuk orang-orang yang terlibat dalam GAM. Tentera dan polisi saat itu beralasan semua dilakukan itu karena “Masyarakat” telah terlibat dalam gerakan separatis, dan mengancam disintegrasi bangsa.

Kini sasaran empuk adalah orang –oarang yang  tidak ikut dalam partai tertentu dan tidak ikut dalam kelompok yang mengusung orang yang paling  dikejar oleh PAI di masa silam.

Kini  kelompok yang dulunya di kejar PAI sudah aman damai dan sejahtera, dan kelompok ini pula yang meneruskan kerja mukul, culik, ancam dan teror kepada orang–orang yang diklaim pengkhianat, dan orang yang diklaim pengkhianat itu tak lain adalah Rakyat yang mungkin dulunya pernah memasak nasi, mengantar obat, memberikan sumbangan, dan menyembunyikan dari kejaran tentera di bawah kolom tempat tidur, serta mengirimin pulsa untuk mu pejuang.

Orang yang diklaim pengkhianat bukanlah separatis, mereka juga pemilih sah tanah Aceh ini, Cuma yang berbeda hanya pada pilihan politik antara mendukung calon Gubernur A dan calon gubernur B.

Status gubernur ayng diusung sekelompok orang yang menyatakan kepada orang lain pengkhianat juga bila terpilih bukanlah Gubernur Negara Atjeh. Tapi tetap saja Gubernur Propinsi Aceh NKRI. Begitu juga dengan calon Gubernur dari orang-orang yang kena klaim pengkhianat, Gubernurnya juga bila terpilih adalah Gubernur Aceh NKRI

Lelah sudah masyarakat, dulu terancam dari PAI (sebutan GAM untuk Tentara, Polisi, Dan pejabat Pemerintah), Kini terancam daaaaaaariiiii…..? Hanya anda yang bisa menjawab | AT | RD |

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016