Acehtraffic.com - Dewan Keamanan PBB menyerukan gencatan senjata "segera" antara Sudan dan Sudan Selatan di tengah eskalasi ketegangan perbatasan dan kekhawatiran dari sebuah perang habis-habisan antara kedua negara.
Rilis yang dikeluarkan secara kolektif oleh 15 anggota dewan itu, dibacakan oleh Wakil Tetap AS untuk PBB, Susan Rice pada Kamis (12/4). Pernyataan itu menyampaikan kekhawatiran yang mendalam dan semakin besar seiring peningkatan konflik tersebut.
"Dewan menuntut diakhirinya segera, secara penuh dan tanpa syarat terhadap semua pertempuran, pemboman udara dan kekerasan lintas perbatasan," tambahnya.
Konflik antara kedua negara bertetangga itu pecah sejak Sudan Selatan memisahkan diri dari Sudan pada Juli 2011.
Presiden Sudan Omar al-Bashir sebelumnya menuduh Sudan Selatan berusaha untuk memprovokasi perang.
"Saudara-saudara kita di Sudan Selatan telah memilih jalan perang, melaksanakan skenario yang didikte oleh pihak asing yang mendukung mereka selama perang sipil," kata Bashir.
Sementara itu, Presiden Sudan Selatan Salva Kiir mengatakan bahwa pasukannya tidak akan menarik diri dari wilayah perbatasan. Selain itu, Kiir mengancam akan merebut daerah minyak Abyei di perbatasan dengan Sudan jika PBB gagal untuk menekan Khartoum agar keluar dari daerah tersebut.
Pada Selasa, tentara Sudan Selatan merebut Heglig, yang menghasilkan sekitar separuh dari cadangan minyak mentah negera itu, sehingga memicu terhentinya seluruh produksi.
Uni Afrika menyatakan keprihatinan yang mendalam atas situasi keamanan di perbatasan yang diperebutkan. Mereka menyerukan penarikan pasukan dari zona perbatasan dan menyelesaikan masalah melalui cara damai. (*) | IRIB

0 komentar:
Posting Komentar