News Update :

Anak Kelas II SD Diajak Berpikir Istri Simpanan ?

Jumat, 13 April 2012

Satrio, 8 tahun, siswa kelas II Sekolah Dasar Angkasa IX Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, asyik membaca bukunya. Dia terhanyut oleh kisah bertema istri simpanan. Istri simpanan? Ya, tidak salah. 

Satrio tidak sedang membaca buku Pak Moer-Poppy The Untold Story, yang sedang ramai dibincangkan. Dia tengah membaca buku paket pelajaran Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (PLBJ) Lembar Kerja Siswa (LKS) terbitan PT Media Kreasi, Jawa Timur.


Entah kenapa, kisah istri simpanan itu dijadikan teladan dalam buku pelajaran. Cerita itu muncul pada halaman 30 dan 31 dengan judul "Bang Maman dari Kali Pasir". Dikisahkan, anak Bang Maman, Ijah, menikah dengan Salim, putra orang kaya dari Kali Pasir.

Salim mendapat warisan kebun. Namun Salim jatuh miskin karena tukang kebunnya berkhianat dengan menjual kebun itu. Ijah pun diminta ayahnya, Bang Maman, menceraikan suaminya. Ijah menolak.

Bang Maman lalu menyusun skenario ada wanita lain bernama Patme yang mengaku menjadi istri simpanan Salim. Patme mendatangi Ijah. Ijah percaya dan akhirnya menceraikan Salim.


Buku pelajaran bak kisah sinetron itu membikin geger dunia maya. Di Internet, buku ini jadi sasaran kemarahan. Donny B.U., penyuluh Internet sehat, berkomentar dalam akun Twitternya, "Itu otak yang menulis buku resmi pelajaran SD di mana, ya? Masak, anak kelas II SD sudah harus bingung/bertanya, istri simpanan itu apa."


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh berang atas lolosnya kisah istri simpanan itu. "Ngapain anak SD diperkenalkan dengan perselingkuhan keluarga," kata Nuh di kantornya kemarin. Dia berjanji membentuk tim untuk menelusuri peredaran buku berkisah Bang Maman itu. "Tim akan terjun untuk evaluasi," katanya.


Kepala Penerangan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Mayor Khusus Gerardus Maliti, mewakili Yayasan Ardhya Garini, tempat SD itu bernaung, mengaku hanya pengguna. "Kalau soal buku dan isinya, silakan tanya dinas terkait," kata Gerardus kepada Tempo kemarin.

Yayasan Ardhya Garini memilih buku itu sebagai salah satu bahan ajar di sekolah tersebut, karena lembar kerja itu sudah diakui oleh Dinas Pendidikan. Dia menunjukkan logo KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di sampul LKS tersebut.


Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menyesalkan kejadian itu. Menurut dia, kesalahan itu adalah kealpaan bawahannya. "Memang sedikit terjadi di luar kendali," katanya saat dihubungi kemarin. | Korantempo
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016