Jakarta - Kepala
Subdirektorat Maritim Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Sugarin,
mengatakan BMKG telah memperingatkan adanya potensi tsunami akibat gempa
8,9 skala Richter di Samudera Indonesia tadi. BMKG memperkirakan
tsunami mungkin melanda wilayah pesisir pantai barat di lima provinsi di
Indonesia.
“Pemutakhiran peringatan dini tsunami di lima provinsi,” kata Sugarin melalui pesan pendek yang diterima Tempo, Rabu, 11 April 2012. Kelima daerah itu adalah Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.
Menurut BMKG, gempa berkekuatan 8,55 skala Richter yang terjadi pukul 15.38:33 WIB di 2.40 lintang utara dan 92.99 bujur timur di kedalaman 10 kilometer berpotensi menimbulkan tsunami.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan listrik di Banda Aceh mati setelah gempa dan masyarakat mulai berpindah ke tempat tinggi. “Kerugian materi masih dalam pendataan,” katanya.
Syafruddin Ngulma Simeulue, anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia asal Simeulue, mengaku kesulitan menghubungi sanak saudaranya di wilayah pesisir. "Saya sudah berusaha mengontak saudara di sana, tapi tak satu pun yang bisa dihubungi," kata Syafruddin di Jakarta. | Tempo.co
“Pemutakhiran peringatan dini tsunami di lima provinsi,” kata Sugarin melalui pesan pendek yang diterima Tempo, Rabu, 11 April 2012. Kelima daerah itu adalah Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.
Menurut BMKG, gempa berkekuatan 8,55 skala Richter yang terjadi pukul 15.38:33 WIB di 2.40 lintang utara dan 92.99 bujur timur di kedalaman 10 kilometer berpotensi menimbulkan tsunami.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan listrik di Banda Aceh mati setelah gempa dan masyarakat mulai berpindah ke tempat tinggi. “Kerugian materi masih dalam pendataan,” katanya.
Syafruddin Ngulma Simeulue, anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia asal Simeulue, mengaku kesulitan menghubungi sanak saudaranya di wilayah pesisir. "Saya sudah berusaha mengontak saudara di sana, tapi tak satu pun yang bisa dihubungi," kata Syafruddin di Jakarta. | Tempo.co


0 komentar:
Posting Komentar