
Teheran | Acehtraffic.com - Republik Islam menolak bekerjasama dengan negara-negara Eropa terkait pembayaran minyak karena mereka tidak membayar pembelian minyak mentah dari Iran. Demikian ungkap, Nader Mokhtari, seorang analis politik Iran kepada Press TV, Rabu, 11 April 2012.
Para menteri luar negeri Uni Eropa dalam sidang mereka di Brussels, Belgia, 23 Januari lalu, menyetujui penetapan sanksi sepihak baru terhadap Iran yang bertujuan mencegah negara-negara anggota Uni Eropa mengimpor minyak mentah dar Iran atau bertransaksi dengan Bank Sentral Republik Islam itu.
Menanggapi keputusan tersebut, Iran pada 15 Februari menyatakan akan menghentikan ekspor minyaknya ke enam negara Eropa, yaitu Belanda, Spanyol, Italia, Perancis, Yunani, dan Portugal.
Ditanya mengenai alasan pemutusan ekspor minyak mentah Iran ke Spanyol, setelah Iran menghentikan ekspor minyaknya ke Inggris, Perancis dan Yunani, Mokhtari mengatakan, "Jadi pada dasarnya pemutusan ekspor minyak ke Eropa itu bukan karena mereaksi sanksi, akan tetapi karena Eropa tidak membayar minyak yang telah dibeli dari Iran."
"Faktanya adalah bahwa Eropa saat ini sedang terpuruk. Mereka tidak bisa melunasi tagihan pembayaran minyak dari Iran seiring dengan penurunan rating kredit mereka."
Menurutnya, "Mereka [Eropa] terus membiarkan tagihannya terus menunggak. Sementara, Iran siap membantu menyelesaikan kesulitan yang dihadapi Eropa. Akan tetapi menyusul kebijakan mereka, kini Republik Islam tidak mau lagi membantu dan mereka harus melunasi tunggakan pembayaran selama enam bulan sebelum menandatangani kontrak baru."
Lebih lanjut dijelaskan Mokhtari, jadi pada intinya, ini adalah masalah tunggakan pembayaran dan Iran tidak akan menunggu pembayaran dari Eropa, karena akan "kalah bermain" apalagi sikap Eropa jelas-jelas anti-Iran.
Mengenai dampak dari pemutusan ekspor minyak ke Eropa itu, Motkhtari mengatakan, "Eropa sendiri mengetahui dengan baik bahwa Iran tidak kekurangan pelanggan untuk membeli minyaknya. Banyak pelanggan yang teratur membayar yang menanti suplai minyak dari Iran."
Setelah Spanyol, Mokhtari menegaskan bahwa Republik Islam akan memutus ekspor minyaknya ke Italia mengingat negara itu telah menunggak tiga bulan.
Pengamat politik Iran ini menegaskan, "Saya tidak tahu apa yang akan dilakukan Eropa, mereka sedang dalam kondisi babak belur, akan tetapi terus mengekor kebijakan Amerika Serikat. Termasuk menggunakan trik pencetakan uang tanpa dukungan devisa." (*) | IRIB

0 komentar:
Posting Komentar