Lhokseumawe |
Acehtraffic.com - Juru Bicara Forum Komunikasi Masyarat Sipil [FKMS]
Lhokseumawe dan Aceh Utara, Safwani menilai krisisnya calon Kepala Daerah dari
kalangan perempuan disebakan karena budaya Patriarki yang sangat mengental di
Aceh. Selasa, 3 april 2012.
Menurut Safwani,
kekhawatiran dari kalangan aktifis perempuan adalah ketika maju menjadi Kepala
Daerah nantinya tidak pilih karena masyarakat masih banyak yang bias gender.
“Saat ini yang menjadi
kekhawatiran bagi aktifis perempuan adalah ketika maju untuk Kepala Daerah
nantinya tidak ada yang memilih karena masyarakat masih memandang sebelah mata
terhadap perempuan”. Ujar safwani.
Selaian kekhawatiran
tersebut, sambung Safwani, aktifis perempuan juga terkendala mengenai hal
finasial.
Maka safwani berharap, siapa
pun nantinya yang terpilih menjadi Kepala Daerah harus bisa memberikan warna
terhadap perempuan dan lebih membuka ruang yang luas kepada perempuan.
“Saya berharap nantinya
siapa pun yang terpilih menjadi Kepala Daerah, harus bisa memberikan warna
kepada perempuan dan membukan ruang yang bebas untuk perempuan”. Tegas safwani.
Berikut tabel jumlah
keterwakilan perempuan di seluruh Aceh.
No
|
Kabupaten/Kota
|
Jumlah
|
Ket
|
1
|
Banda Aceh
|
2
|
Calon
Wakil
|
2
|
Aceh Utara
|
1
|
Calon
Wakil
|
3
|
Gayo Lues
|
1
|
Calon
Wakil
|
4
|
Langsa
|
1
|
Calon
wakil
|
5
|
Aceh Tengah
|
1
|
Calon
Bupati
|
6
|
Aceh Singkil
|
2
|
Calo
Bupati dan Calon Wakil
|
7
|
Aceh Timur
|
1
|
Calon
Bupati
|
8
|
Bener Meriah
|
2
|
Calon
Bupati dan Calon Wakil
|
| AT | AG | DK |


0 komentar:
Posting Komentar