
Selain serangan terbuka secara fisik, pemerintah AS juga yakin ancaman teror dengan senjata biologis, kimia, juga menurun. "Dalam beberapa tahun ke depan, ahli kami meyakini serangan yang menggunakan bahan kimia, biologi, atom, atau radiologis tidak akan tinggi," tutur Deputi Direktur Badan Intelijen AS, Robert Cardillo, seperti diberitakan reuters, Minggu (29/4/2012).
Cardillo mengatakan 'inti' Alqaeda yang didirikan Osama bin Laden tengah mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan maraknya aksi demonstrasi di negara-negara Arab, sehingga usaha Alqaeda mencari simpati tidak berhasil.
Namun AS bukan berarti terbebas dari ancaman teroris. Cardillo mengatakan kini muncul ancaman ekstrimis dari dalam AS sendiri.
"Mereka 'dididik' lewat internet atau lewat perkumpulan-perkumpulan kecil. Mereka itu yang kerap disebut media terkait dengan jaringan Alqaeda," tutur Cardillo.
Sejumlah negara yang memiliki hubungan kerja dengan Amerika juga masih menghadapi ancaman teroris. Paling berbahaya adalah rencana serangan yang hendak dilakukan oleh jaringan Alqaeda di semenanjung Arab.
"Kami duga mereka di balik rencana serangan bom pesawat. Bom disembunyikan penumpang di celana dalamnya dan di cartridge tinta mesin foto kopi," tutur salah satu aparat intelijen yang dirahasiakan identitasnya.| AT | DT |

0 komentar:
Posting Komentar