Pontianak | Acehtraffic.com - Komisi Tinggi untuk Pengungsi PBB (UNHCR) mengaku
prihatin dan sedih mengetahui kabar seorang pencari suaka Afganistan
tewas di Pontianak, Kalimantan Barat. Untuk mengawal kasus ini, UNHCR
telah mengirimkan delegasinya ke Indonesia.
"UNHCR sangat sedih mendengar laporan kematian seorang pencari suaka asal Afganistan yang gagal kabur dari tahanan di Indonesia," kata juru bicara UNHCR Andrej Mahecic, dalam konferensi pers di Pontianak, Jumat 2 Maret 2012.
Mahecic mengatakan telah mengirimkan staf tambahan UNHCR dari Jakarta ke Kalimantan Barat Jumat pagi ini untuk bertemu dengan para petugas di Rumah detensi Imigrasi (Rudenim) Pontianak.
Menurut laporan awal yang diterima UNHCR, warga negara Afganistan yang tewas termasuk ke dalam enam pencari suaka yang melarikan diri dari Rudenim pada 26 Februari lalu. Semuanya berhasil tertangkap sesudahnya.
Menurut UNHCR, seorang yang kabur, yang belakangan diketahui bernama Taqi Naroye, 28, tewas pagi harinya setelah sampai di rumah sakit, di antar oleh orang tidak dikenal. Penyebab kematian masih belum diketahui, namun dugaan kuat pelaku adalah korban penyiksaan aparat.
Pada tubuh korban terdapat luka memar dan tangan terdapat bekas borgol. Tiga orang yang kabur lainnya saat ini menjalani perawatan di rumah sakit, dua di antaranya luka serius. Sementara dua lainnya, berada di Rudenim.
"Kami menyerukan pemerintah Indonesia untuk melakukan investigasi menyeluruh yang akan menguak kebenaran kasus ini. Kami juga akan mencari informasi dari para petugas di lokasi," kata Mahecic.| AT | VV |
"UNHCR sangat sedih mendengar laporan kematian seorang pencari suaka asal Afganistan yang gagal kabur dari tahanan di Indonesia," kata juru bicara UNHCR Andrej Mahecic, dalam konferensi pers di Pontianak, Jumat 2 Maret 2012.
Mahecic mengatakan telah mengirimkan staf tambahan UNHCR dari Jakarta ke Kalimantan Barat Jumat pagi ini untuk bertemu dengan para petugas di Rumah detensi Imigrasi (Rudenim) Pontianak.
Menurut laporan awal yang diterima UNHCR, warga negara Afganistan yang tewas termasuk ke dalam enam pencari suaka yang melarikan diri dari Rudenim pada 26 Februari lalu. Semuanya berhasil tertangkap sesudahnya.
Menurut UNHCR, seorang yang kabur, yang belakangan diketahui bernama Taqi Naroye, 28, tewas pagi harinya setelah sampai di rumah sakit, di antar oleh orang tidak dikenal. Penyebab kematian masih belum diketahui, namun dugaan kuat pelaku adalah korban penyiksaan aparat.
Pada tubuh korban terdapat luka memar dan tangan terdapat bekas borgol. Tiga orang yang kabur lainnya saat ini menjalani perawatan di rumah sakit, dua di antaranya luka serius. Sementara dua lainnya, berada di Rudenim.
"Kami menyerukan pemerintah Indonesia untuk melakukan investigasi menyeluruh yang akan menguak kebenaran kasus ini. Kami juga akan mencari informasi dari para petugas di lokasi," kata Mahecic.| AT | VV |

0 komentar:
Posting Komentar