Belanda | Acehtraffic.com- Bank Dunia mengemukakan salah satu hasil laporan
mereka: Jumlah penduduk miskin dunia berkurang. Apakah kemiskinan benar
berkurang, atau semu belaka? Kalimat itu menjadi tajuk artikel di
halaman muka harian Belanda Trouw.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, kemiskinan di seluruh
benua, termasuk Afrika, berkurang. Baik jumlah penduduk miskin, maupun
prosentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan: tolak ukurnya
adalah penduduk berpenghasilan kurang dari 1,25 dolar per hari.
Trend penurunan angka kemiskinan
Pada tahun 2005, prosentase penduduk sangat miskin masih sebesar 25,1%, yaitu 1,39 milyar penduduk. Sedangkan pada tahun 2008, prosentasenya menurun menjadi 22,4%, yaitu 1,29 milyar penduduk.
Sementara itu di wilayah sub-Sahara, Afrika, untuk pertama kalinya
prosentase penduduk sangat miskin kurang dari setengahnya, yaitu 47,5%.
Meski para ekonom memprediksi lain, rupanya penurunan angka
kemiskinan tetap menjadi trend tahun 2008-2010. Itulah yang disimpulkan
Bank Dunia. Kesimpulan tersebut mengoreksi laporan tahun 2008 yang
mengatakan: kemiskinan cenderung meningkat di negara-negara
berpenghasilan menengah ke bawah.
Ambisius
Kini Bank Dunia telah berani menyimpulkan bahwa salah satu sasaran ambisius PBB berhasil dicapai tahun 2010, yakni pengentasan kemiskinan hingga 50% yang dicanangkan tercapai antara 1990-2015. WHO pun tak ingin ketinggalan.
Mereka berambisi mencapai sasaran milenium lima tahun lebih cepat
dari yang direncanakan: penurunan jumlah penduduk yang tidak memiliki
akses air bersih sebanyak 50%.
Berkat Cina
Harian Trouw menulis, penurunan jumlah penduduk miskin tidak lepas dari andil Cina. Negara ini berhasil menurunkan prosentase penduduk sangat miskin, dari 84% pada tahun 1981 menjadi 13,1% pada tahun 2008.
Jika penurunan prosentase kemiskinan di Cina tidak ikut
diperhitungkan, maka prosentase penduduk sangat miskin dunia justru
meningkat. Hal ini terutama disebabkan pertumbuhan penduduk dunia.
Masih sangat miskin
Antara tahun 1981-2008, jumlah penduduk yang harus bertahan hidup dengan 1,25-2 dolar per hari bertambah dari 645 juta menjadi 1,16 milyar. Penghasilan sebesar 1,25-2 dolar per hari pun sebenarnya masih dikategorikan sangat miskin.
Tak hanya itu, hingga kini banyak penduduk dengan penghasilan
tersebut yang terjebak dan tidak bisa maju dari penghasilan 2 dolar per
hari. Jadi, sebagus apapun kabar yang diberikan (Bank Dunia), tetap saja
"tidak bisa diterima", kata Jaime Saavedra, Direktur biro pengentasan
kemiskinan Bank Dunia. Demikian tulis harian Trouw. | RNW


0 komentar:
Posting Komentar