Taheran | Acehtraffic.com- Di tengah ekspektasi tinggi terkait partisipasi rakyat, pemilu parlemen (Majelis) kesembilan Iran sejak Revolusi Islam tahun 1979 telah dimulai, dengan partisipasi lebih dari 48 juta warga yang berhak memilih.
Pemungutan suara dimulai di ibukota, Tehran, yang mencatat lebih dari lima juta orang yang berhak memilih, dan di berbagai kota, dan desa di seluruh negeri pada pukul 08:00 pagi waktu setempat pada hari Jumat 2 Maret 2012, dan berlanjut sampai 06:00 petang.
Para calon anggota Majelis telah berkampanye selama seminggu sejak 23 Februari dengan memperkenalkan rencana mereka kepada publik. Kampanye pemilu dihentikan mulai Kamis 1 Maret 2012. Dewan Garda Konstitusi Republik Islam Iran yang bertanggung jawab mengawasi pemilu, telah menyetujui kelayakan sebanyak 3.454 kandidat.
Pada 21 Februari, Menteri Dalam Negeri Iran Mostafa Mohammad-Najjar mengatakan bahwa 48.288.799 warga Iran memenuhi syarat untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan Majlis. Pemerintah telah menyediakan lebih dari 47.000 tempat pemungutan suara. Diperkirakan 3,9 juta warga Iran yang akan memberikan suara mereka untuk pertama kalinya dalam pemilu. Sekitar 1.300 wartawan lokal dan 350 jurnalis asing dari 174 media internasional juga meliput proses pemilu.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Iran, pelaksanaan pemilu akan diawasi sekitar 850.000 di 47.000 TPS dan 1.000 pemilih di seluruh negeri.
Komisi pemilu di Kementerian Dalam Negeri Iran akan menggunakan sistem elektronik untuk mengawasi proses pemilu secara keseluruhan. Sistem itu diharapkan mempercepat prosedur pemilihan dan memberikan layanan lebih akurat kepada pengawas dalam memantau proses pemilu.
Rabu 29 Februari, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, atau Rahbar, memprediksikan partisipasi luas warga dalam pemilu Majelis dan akan menjadi senjata dalam menghadapi arogansi kaum adidaya dunia. |IRIB Indonesia
Pemungutan suara dimulai di ibukota, Tehran, yang mencatat lebih dari lima juta orang yang berhak memilih, dan di berbagai kota, dan desa di seluruh negeri pada pukul 08:00 pagi waktu setempat pada hari Jumat 2 Maret 2012, dan berlanjut sampai 06:00 petang.
Para calon anggota Majelis telah berkampanye selama seminggu sejak 23 Februari dengan memperkenalkan rencana mereka kepada publik. Kampanye pemilu dihentikan mulai Kamis 1 Maret 2012. Dewan Garda Konstitusi Republik Islam Iran yang bertanggung jawab mengawasi pemilu, telah menyetujui kelayakan sebanyak 3.454 kandidat.
Pada 21 Februari, Menteri Dalam Negeri Iran Mostafa Mohammad-Najjar mengatakan bahwa 48.288.799 warga Iran memenuhi syarat untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan Majlis. Pemerintah telah menyediakan lebih dari 47.000 tempat pemungutan suara. Diperkirakan 3,9 juta warga Iran yang akan memberikan suara mereka untuk pertama kalinya dalam pemilu. Sekitar 1.300 wartawan lokal dan 350 jurnalis asing dari 174 media internasional juga meliput proses pemilu.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Iran, pelaksanaan pemilu akan diawasi sekitar 850.000 di 47.000 TPS dan 1.000 pemilih di seluruh negeri.
Komisi pemilu di Kementerian Dalam Negeri Iran akan menggunakan sistem elektronik untuk mengawasi proses pemilu secara keseluruhan. Sistem itu diharapkan mempercepat prosedur pemilihan dan memberikan layanan lebih akurat kepada pengawas dalam memantau proses pemilu.
Rabu 29 Februari, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, atau Rahbar, memprediksikan partisipasi luas warga dalam pemilu Majelis dan akan menjadi senjata dalam menghadapi arogansi kaum adidaya dunia. |IRIB Indonesia


0 komentar:
Posting Komentar