Jakarta | acehtraffic.com - Tren kawat gigi atau behel mungkin sudah tidak
asing lagi bagi kita semua. Benda yang satu ini dikenal sebagai alat
perapi gigi yang modern.
Di Indonesia, penggunaan
kawat gigi baru dimulai pada 1980-an dan semakin popular pada awal
2000-an hingga sekarang. Artinya, mengenakan behel sudah menjadi tren di
semua lapisan masayarakat.
Baik usia tua, muda, bahkan dikalangan
anak-anak. Namun, dalam prakteknya pemasangan kawat gigi sangatlah berbahaya jika dilakukan bukan oleh dokter melainkan tukang gigi.
Mengapa demikian? Simak ulasan berikut...
Ketua
Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg Zaura
Rini Anggraeni, MDS menjelaskan pemasangan kawat gigi yang dilakukan
oleh tukang gigi menimbulkan beragam efek samping. Terlebih pada gigi
yang bermasalah baik untuk efek samping ringan hingga berat.
"Yang
dipikirkan saat ini adalah keselamatan pasien, khususnya jika tindakan
di bawah standar. Akibatnya bisa terlihat di rongga gigi atau penularan
penyakit dan lainnya," jelas drg Zaura dalam acara media breafing
penertiban praktik tukang gigi' di Kementerian Kesehatan (Kemenkes),
Sabtu (17/3).
Maraknya pemasangan behel pada tukang gigi,
sambung drg Zuhra, karena masyarakat menganggap ke dokter gigi biaya
berobatnya tinggi sekali, jadi mungkin masyarakat pergi ke tukang gigi
yang biayanya lebih ringan.
"Namun, hal ini bisa
mengakibatkan biaya yang jauh lebih tinggi jika pada akhirnya setelah
pemasangan timbul efek-efek negatif yang membahayakan kesehatan mulut
dan gigi para penggunany," ungkap drg Zuhra.
Tidak semua
perawatan gigi itu mahal, ada yang murah dan terjamin seperti di
puskesmas murah, bermutu dan terjangkau, di rumah sakit pemerintah atau
rumah sakit gigi dan mulut yang terdapat di semua Fakultas Kedokteran
gigi. Bahkan di beberapa daerah ada yang menggratiskan biaya dokter
gigi, jadi tidak selamanya mahal.
"Kalau di swasta tentu
harganya lebih mahal, tapi kalau di rumah sakit pemerintah relatif murah
dan pelayanannya bermutu. Karena semua dokter gigi yang berpraktek
sudah melewati uji kompetensi," ujar drg Zaura.
Menurut drg
Zuhra pemasangan kawat gigi yang tidak benar bukan hanya dapat
menyebabkan gangguan kesehatan pada mulut dan gigi melainkan juga dapat
menyebabkan pasien tertular penyakit mulai dari Hepatitis hingga
HIV/AIDS.
Nah, untuk lebih jauhnya kenali beberapa efek samping yang berbahaya akibat pemasangan kawat gigi, seperti dilansir Ehow. | INC

0 komentar:
Posting Komentar