Banda Aceh | Acehtraffic.com - Kapolda Aceh Irjen Pol. Iskandar Hasan, Selasa (20/3) masih bungkam soal operasi Detasemen Khusus Anti Teror 88 Mabes Polri dalam mengamankan Pilkada Aceh. Saat ditanya wartawan terkait masalah itu,
Kapolda berusaha menggiring wartawan untuk mempertanyakan masalah itu ke
pihak Direktur Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah Aceh.
Sementara Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo secara
terpisah mengaku tidak mengetahui aksi penggerebekan tersebut. “Saya
tidak punya info itu,” kata Gustav lewat pesan SMS.
Sementara Juru Bicara Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh, Fachrul Razi
Selasa (20/3) menilai pemberitaan tentang penggerebekan di kediaman
Mentro Malek adalah kabar bohong.“Sangat disayangkan Waspada menulis
berita fiktif terjadi penggerebekan di Mess Mentroe tanpa cross check
lebih dahulu,jelas ini melanggar etika jurnalistik,” ungkap Fachrul.
Beberapa pejabat menengah Polda Aceh mengaku mengetahui
penggerebekan. Malah menurut mereka, tidak hanya ditemukan senjata, juga
menangkap seorang diduga pelaku teror di Aceh.
Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Brigjen Tito Karnavian yang
menghubungi Waspada, Selasa (20/3) memahami situasi di Aceh yang saat
ini sedang menghadapi Pilkada dengan maraknya aksi kekerasan seperti
penembakan pekerja asal Pulau Jawa dan kejahatan lain.
Densus 88 Mabes Polri, menurut Tito, telah memberikan seluruh data
terkait operasi dalam mengamankan Aceh menjelang Pilkada kepada Kadiv
Humas Mabes Polri Irjen Usman Nasution. Mabes Polri beberapa waktu lalu
mengirim 780 personil Polri termasuk personil Deta semen Khusus Anti
Teror 88 untuk mengamankan Pilkada Aceh termasuk para kandidat yang akan
bertarung 9 April mendatang.
Masih dikembangkan
Kadiv Humas Mabes Polri,Irjen Usman Nasution, yang menghubungi
Waspada Senin (20/3) sore, tidak menampik adanya penggerebekan di
kediaman Mentro Malek, “Karena kasusnya masih dikembangkan, saat ini 6
tersangka yang ditangkap itu tadi sudah di bawa ke Jakarta dan masih
diselidiki secara intensif,” kata Usman Nasution.
Mantan Kadensus 88 Mabes Polri itu juga tidak mengungkapkan identitas 6 pelaku yang di duga terlibat dalam aksi penembakan pekerja asal Jawa, kecuali dia mengungkapkan soal Densus 88 dan Polda Aceh telah mengamankan sejumlah bom rakitan.| AT | Sumber: Harian Berita Sore |

0 komentar:
Posting Komentar