Jakarta | Acehtraffic.com- Duo Roxette, Marie Fredriksson (vokal) dan Per
Gessle (gitar) mampu memberikan konser nostalgia yang indah. Roxette
masih apik membawakan 19 lagu di atas panggung.
Roxette tentu saja berbeda dengan ketika mereka 25 tahun lalu. Usia yang mulai menua (usia Marie kini 45) memang mempengaruhi penampilang mereka di atas panggung.
Roxette tentu saja berbeda dengan ketika mereka 25 tahun lalu. Usia yang mulai menua (usia Marie kini 45) memang mempengaruhi penampilang mereka di atas panggung.
Apalagi Marie kini mengalami kebutaan di mata
kanannya lantaran kanker otak yang sempat dideritanya. Namun begitu, duo
asal Swedia itu tetap mampu memuaskan penggemarnya dengan suguhan apik
di atas panggung.
Konser yang berlangsung di sebuah venue baru dan indah di Mata Elang Internasional Stadium (MEIS) Ancol, Jakarta Utara, Sabtu 3 Maret 2012 malam menjadi konser yang ditunggu-tunggu para penggemar Roxette.
Konser yang berlangsung di sebuah venue baru dan indah di Mata Elang Internasional Stadium (MEIS) Ancol, Jakarta Utara, Sabtu 3 Maret 2012 malam menjadi konser yang ditunggu-tunggu para penggemar Roxette.
Roxette masih berusaha memberikan kenangan manis dari
lagu-lagu mereka seperti 25 tahun lalu.
Walau tak seenerjik dulu, Marie berusaha tampil pria dan segar dengan celana dan jaket kulit serta ramput cepak yang menjadi ciri khasnya. Sedangkan Per yang mengenakan bleser putih dan celana kulit hitam tetap serius memainkan gitar.
Konser dibuka sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung dihentak dengan laguDressed for Success. DisusulSleeping in My Cardan The Big Lyang bertempo cepat, membuat hampir sekitar 3.500 penonton ikut gergoyang.
"Ayo angkat tangan kalian dan bertepuk tangan," kata Per Gessle memanasi.
Roxette terus menghentak dengan hits-hits dari mereka seperti The Big L', Wish I Could Fly, Stars, She's got Nothing on But, Perfect Day' dan Things Will Never be The Same. Penonton yang rata-rata di atas 40-an itu terlihat terhanyut.
Roxette kemudian membawakan lagu yang sangat populer di Tanah Air,It Must Have Been Love. Roxette tahu benar kalau lagu ini dihapal di luar kepala semua penonton. Ia pun memberi kesempatan untuk bernyanyi bersama penonton. Semua terpuaskan.
Setelah bernostalgia dengan It Must Have Been Love, Roxette kembali menjaga hangatnya suasana dengan membawakan Fading Lika a Flower. Per lantas ambil bagian dengan menyanyikan Crash! Boom! Bang!.
Roxette sempat berpamitan menutup konser. Seperti biasa, koor penonton yang meminta jatah lagu tambahan, disambut baik oleh Roxette.
Marie kemudian menyanyikan lagu yang juga sangat populerListen to Your Heart. "Kami tak mungkin meninggalkan kalian tanpa lagu ini," kata Per.
Namun ada gangguan kecil dari atas panggung. Saat membawakan lagu Listen to Your Heartmicrophone dari Marie mati di bagian akhir. Padahal, Marie yang kemampuan vokalnya telah menurun itu ingin menutup lagu dengan nada tinggi. Saat ia berancang-ancang mengambil nada tinggi, mic tersebut mati. Marie terlihat kecewa.
Harusnya, Roxette masih akan memberikan sebuah lagu lagi berjudul Church of Your Heart. Namun karena microphone mati, lagu tersebut terpaksa dibatalkan dan keduanya memberikan salam untuk berpamitan.
Marie yang terlihat kelelahan dipapah oleh Per saat meninggalkan panggung. Mereka pun menyelesaikan konser dengan memberikan kepuasan kepada penontonnya. 19 lagu dalam dua jam, benar-benar suguhan yang sempurna.| INC
Walau tak seenerjik dulu, Marie berusaha tampil pria dan segar dengan celana dan jaket kulit serta ramput cepak yang menjadi ciri khasnya. Sedangkan Per yang mengenakan bleser putih dan celana kulit hitam tetap serius memainkan gitar.
Konser dibuka sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung dihentak dengan laguDressed for Success. DisusulSleeping in My Cardan The Big Lyang bertempo cepat, membuat hampir sekitar 3.500 penonton ikut gergoyang.
"Ayo angkat tangan kalian dan bertepuk tangan," kata Per Gessle memanasi.
Roxette terus menghentak dengan hits-hits dari mereka seperti The Big L', Wish I Could Fly, Stars, She's got Nothing on But, Perfect Day' dan Things Will Never be The Same. Penonton yang rata-rata di atas 40-an itu terlihat terhanyut.
Roxette kemudian membawakan lagu yang sangat populer di Tanah Air,It Must Have Been Love. Roxette tahu benar kalau lagu ini dihapal di luar kepala semua penonton. Ia pun memberi kesempatan untuk bernyanyi bersama penonton. Semua terpuaskan.
Setelah bernostalgia dengan It Must Have Been Love, Roxette kembali menjaga hangatnya suasana dengan membawakan Fading Lika a Flower. Per lantas ambil bagian dengan menyanyikan Crash! Boom! Bang!.
Roxette sempat berpamitan menutup konser. Seperti biasa, koor penonton yang meminta jatah lagu tambahan, disambut baik oleh Roxette.
Marie kemudian menyanyikan lagu yang juga sangat populerListen to Your Heart. "Kami tak mungkin meninggalkan kalian tanpa lagu ini," kata Per.
Namun ada gangguan kecil dari atas panggung. Saat membawakan lagu Listen to Your Heartmicrophone dari Marie mati di bagian akhir. Padahal, Marie yang kemampuan vokalnya telah menurun itu ingin menutup lagu dengan nada tinggi. Saat ia berancang-ancang mengambil nada tinggi, mic tersebut mati. Marie terlihat kecewa.
Harusnya, Roxette masih akan memberikan sebuah lagu lagi berjudul Church of Your Heart. Namun karena microphone mati, lagu tersebut terpaksa dibatalkan dan keduanya memberikan salam untuk berpamitan.
Marie yang terlihat kelelahan dipapah oleh Per saat meninggalkan panggung. Mereka pun menyelesaikan konser dengan memberikan kepuasan kepada penontonnya. 19 lagu dalam dua jam, benar-benar suguhan yang sempurna.| INC


0 komentar:
Posting Komentar