Redelong | Acehtraffic.com – Setelah kisruh dengan
masyarakat pemilik tanah yang terkena pelebaran jalan Bireun – Takengan di KM
56 desa Transad Kecamatan Pintorime
gayo, kemarin 29 Februari 2012 pukul 14:00 Wib seluruh panitia 9 dan
Muspida Bener Meriah turun ke lokasi. Kamis, 1 Maret 2012.
Hal tersebut dilakukan setelah masyarakat menghentikan
operasi alat berat yang sedang mengaspal jalan karena tanah yang diserobot oleh
Pemerintah belum dibebaskan lantaran Pemkab setempat bersikeras mengatakan
bahwa tanah tersebut milik Primkopad.
Menurut pantauan reporter The Aceh Traffic, warga tetap
siaga untuk mengontrol alat berat agar tidak mengaspal tanah mereka yang belum
dibayar, badan jalan dipenuhi dengan rambu-rambu protes warga “stop tanah kami
belum dibayar” warga mengancam bila pengaspalan dilakukan maka alat berat akan
di bakar. | AT | Yudi Husein |

0 komentar:
Posting Komentar