Acehtraffic.com - Jumlah kelompok yang tak suka dengan pemerintah Amerika Serikat kian
bertambah. Hal ini dipicu oleh kesenjangan pendapatan dan imigrasi
ilegal, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Southern Poverty Law
Center SPLC).
Telusuran lembaga tersebut selama 30
tahun terakhir, menyimpulkan bahwa 1.018 kelompok kebencian beroperasi
tahun lalu di Amerika Serikat.
Menurut laporan itu,
pertumbuhan tersebut karena ketakutan yang berlebihan akibat kehilangan
tempat tinggal, perubahan demografi ras, dan prospek empat tahun lagi
kepemimpinan presiden kulit hitam. Kebanyakan kelompok ekstrim kanan
menilai Presiden Barack Obama sebagai musuh negara mereka.
Kebayakan aktivitas kelompok pembenci dipusatkan di negara-negara
bagian seperti, California, Florida, Georgia, New Jersey dan New York.
"Warga negara, yang mengembangkan ideologi dasarnya di tengah kelompok
supremasi kulit putih, secara umum tidak percaya bahwa mereka wajib
membayar pajak, mematuhi sebagian besar aturan, dan mentaati peraturan
lalu intas," jelas laporan tersebut.
Laporan itu juga
menggambarkan sebuah peningkatan drastis jumlah kelompok
anti-pemerintah, di mana mereka sama sekali tidak percaya kepada
pemerintah federal AS. SPLC telah melacak 1.274 kelompok dengan ideologi
seperti itu pada tahun 2011, ada penambahan 824 kelompok dibanding
tahun sebelumnya.
SPLC memperingatkan bahwa tren itu dapat terus tumbuh jika Obama terpilih kembali untuk masa jabatan kedua.| AT | Irib |


0 komentar:
Posting Komentar