
Langsa
| Acehtraffic.com – Ada kejadian aneh binti n binti n binti ajaib serta
mengherankan, ketika reporter media online The Acehtraffic.com mengunjungi PT.
Perkebunan Nusantara Persero [PTPN] Langsa. Selasa 27 Maret 2012.
Hasil produksi,pemasaran adalah rahasia, CSR, dengar saja, tak boleh publikasi.
Hasil produksi,pemasaran adalah rahasia, CSR, dengar saja, tak boleh publikasi.
Sesampai
di pos satpam, badge jurnalis diminta untuk ditinggalkan, lalu menuju ke kantor
utama untuk menjumpai humas, sampai didalam berjumpa dengan satpam lapis kedua.
Dan pak satpam inilah yang menghubungi sang Humas perusahaan perkebunan Negara Republik tercinta ini.
Dan pak satpam inilah yang menghubungi sang Humas perusahaan perkebunan Negara Republik tercinta ini.
Kemudian
satpam mengantar ke ruang humas, sampai disana reporter berencana hendak
mewawancara seputar aktivitas PTPN 1, baik mengenai produksi tahun 2012, pemasarannya
dan bagaimana pola CSR ?
Reporter
The Aceh Traffic mengawali pertanyaan kepada Humas berapa jumlah hasil produksi
sawit selama awal tahun 2012, kemudian Humas PT.PN menyebutkan bawasannya hasil
produksi sawit tersebut tidak bisa dipublikasi karena itu merupakan rahasia?
Kemudian
kami [reporter-red] tidak lagi membahas mengenai hasil produksi, kemudian Reporter
menanyakan bagaimana pemasaran sawit dan ia pun tetap mengeluarkan tutur kata
yang sama yaitu tidak bisa dipublikasikan.
Kami
pun tidak membahas itu, kemudian ketika kami menanyakan mengenai bagaimana
keberhasilan Corporate Social Responsibility [CSR] PTPN 1, Humas itu hanya
mengatakan “Kalau masalah CSR, kami
ada”. Ujar Saiful yang mengaku Humas PTPN
1 Langsa.
Ketika
kami meminta penjelasan bagaimana keberhasilan CSR PTPN 1 Langsa, ia mengatakan
saya tidak mau itu dipublikasikan, tapi
kalau cuma sekedar ingin tahu saja dan tidak dipublikasikan saya akan
ceritakan.
Setelah
melihat Humas yang begitu kaku, kami pun pergi meninggalkan perusahaan badan
usaha milik Negara Indonesia, yang
sejatinya reporter kami juga warga Indonesia,
tidak Humas PTPN1 Saja yang warga Republik Indonesia ini.
Kondisi
ini jauh berbeda dengan perusahaan lainnya yang juga berstatus BUMN, Pupuk
Iskandar Muda [PIM] misalnya yang berada di Kreung Geukuh Lhokseumawe, sangat
gampang public atau jurnalis meng-akses berapa jumlah produksi pupuk pertahun
dan kemana distribusinya.
Mungkin
itu kecil, katakanlah PT. Arun LNG, juga terbuka untuk di akses mengenai berapa
jumlah gas yang dihasilkan pertahun dan kemana penjualannya, begitu dengan CSR,
juga Humasnya dengan gampang menunjukkan hasil yang telah dicapai perusahaan
terkait CSR.
Tapi
kondisi yang sangat aneh dan berbeda serta menimbulkan rasa penasaran, terjadi di PTPN-1
Langsa. Yang hanya di izinkan untuk mendengarkan cerita Humas, tetapi menolak
untuk dipublikasi, dan ceritanya pun tidak ada, cuma sebutan ada saja dari pak Humas, terhormat, dan termulia.
“Kalau masalah CSR kami,
ada” itulah jawaban sang Humas yang terhormat dan termulia, dari perusahaan
milik Negara Republik Indonesia. | AT | RD | AG |


0 komentar:
Posting Komentar