Mesir | Acehtraffic.com- Tokoh oposisi Mesir Mohamed ElBaradei seraya mengecam dewan militer
karena membolehkan aktivis Amerika yang sedang tersandung kasus
meninggalkan Kairo, mengatakan, para pemimpin militer telah membentuk
sebuah "republik pisang."
Istilah republik pisang
biasanya dipakai untuk menggambarkan ketidakstablitan dan ketergantungan
sebuah negara dari sektor ekonomi dan politik kepada negara lain atau
hanya memiliki satu produk ekspor.
"Beberapa negara
adalah independen, tetapi beberapa yang lain memiliki sebuah republik
pisang, sebuah republik buatan dan tidak realistis," kata ElBaradei,
mengacu pada penguasa militer Mesir.
Menurut mantan
Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ini, intervensi dalam
sistem peradilan akan merusak demokrasi dan kebebasan, dan ini perlu
pertanggung jawaban.
Sebanyak 43 aktivis asing dan
Mesir, termasuk putra Menteri Transportasi Amerika Serikat Ray LaHood,
telah dituduh menerima dana ilegal dan menjalankan aktivitas tidak sah
di Mesir.
Pada hari Rabu, pemerintah Mesir mengizinkan
warga Amerika untuk meninggalkan negara Arab itu dengan jaminan uang 32
juta pound. Sebanyak 16 warga Amerika meninggalkan Kairo dengan sebuah
pesawat pemerintah Washington pada Kamis.
Keputusan
itu membuat marah rakyat Mesir di seluruh spektrum politik. Mereka
mengatakan, para jenderal yang berkuasa telah memberikan banyak tekanan
kepada hakim untuk mencabut larangan perjalanan. Para hakim yang
menangani kasus tersebut juga telah mengundurkan diri.
Sebelumnya, otoritas AS mengancam akan menghentikan bantuan militer
tahunan senilai 1,5 miliar ke Mesir, jika masalah itu tidak
diselesaikan.| Irib


0 komentar:
Posting Komentar