Iran | Acehtraffic.com - Data terbaru yang dirilis oleh Joint Organization of Data Initiative
(JODI) menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah Iran meningkat pada bulan
Januari meski sanksi yang diberlakukan oleh Barat terhadap sektor minyak
negara itu.
Iransebagai produsen minyak mentah
terbesar kedua di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC),
telah mengekspor 2.265.000 barel per hari pada Januari, dan merupakan
angka tertinggi sejak Desember 2008. Demikian dilaporkan Bloomberg Senin
(19/2).
PadahalAS telah menekan negara-negara konsumen minyak mentah Iran untuk mengurangi impor mereka dari Republik Islam.
Pada malam tahun baru 2012, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru
terhadap Iran, bertujuan mencegah negara-negara lain mengimpor minyak
Iran dan melakukan transaksi dengan bank sentral Republik Islam.
Para menteri luar negeri Uni Eropa pada tanggal 23 Januari juga sepakat
untuk menghentikan impor minyak mentah dari Tehran serta membekukan
aset Bank Sentral Iran di Uni Eropa.
Sanksi tersebut
akan efektif mulai tanggal 1 Juli 2012, guna memberikan kesempatan
kepada negara-negara anggota Uni Eropa bersiap-siap menyesuaikan diri
dengan kondisi baru dan menemukan alternatif pasokan minyak mentah
selain dari Iran. Langkah itu ditujukan memaksa Iran menghentikan
program nuklir sipilnya.
Namun Iran berpendapat bahwa
sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan anggota
Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Tehran berhak mengembangkan dan
mendayagunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai.| AT | Irib |


0 komentar:
Posting Komentar