
Makassar | Acehtraffic.com - Sejumlah mahasiswa yang didominasi mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan aksi unjukrasa penolakan atas wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan kampusnya, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Rabu 21 Maret 2012.
Dalam aksi tersebut mahasiswa melakukan penjarahan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram saat mobil angkut melintas di depan kampusnya dan membagikan tabung tersebut kepada pengendara dan warga yang melintas.
Para mahasiswa yang hampir setiap hari melakukan aksi unjuk rasa dengan cara berorasi di sejumlah tempat seperti jembatan layang (fly over) dan di depan kampusnya Jalan Perintis Kemerdekaan VI Makassar seolah tidak mendapat tanggapan.
Aksi penolakan itu kembali dilakukan dengan cara menahan sejumlah mobil, baik kendaraan dinas pemerintahan yang berplat merah maupun kendaraan niaga lainnya seperti mobil pengangkut tabung gas elpiji dan mobil Coca Cola.
Satu unit mobil minivan dibakar kelompok mahasiswa. Sebelumnya, satu unit truk pengangkut minuman kemasan milik PT Cocacola Amatil Bootling dirusak dan muatannya dijarah.
Kemacetan di jalur utama masuk kota Makassar ini, sudah berlangsung sejak pukul 11.00 Wita.
Tidak puas dengan penjarahan mobil tabung gas, para mahasiswa juga merangsek masuk ke sentra pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tepat berada di depan kampusnya.
Di SPBU itu, para mahasiswa kemudian membagikan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin, pertamaks dan solar kepada warga yang sedang mengisi minyak secara gratis.
Rahim salah satu pengendara roda dua yang juga mengisi bensin secara gratis itu mengaku senang karena dirinya mengisi tangki bensinnya sampai penuh tanpa harus membayar.
"Saya mau membeli bensin, tetapi karena mahasiswa itu bilang tidak usah membayar, makanya saya meninggalkan SPBU," katanya. (*) | Tribun Timur/Antara

0 komentar:
Posting Komentar