News Update :

China Siap Liberalisasi Suku Bunga

Selasa, 20 Maret 2012

Beijing | Acehtraffic.com - Kepala bank sentral China mengatakan, Beijing dalam kondisi siap untuk meliberalisasi suku bunganya. Langkah ini sebagai antisipasi menggelorakan  perekonomian dalam negeri dengan bersandar pada  konsumsi domestik.

Ekspor China terpukul permintaan luar negeri yang lebih lemah. Beijing telah menurunkan target pertumbuhan nasional untuk 2012 karena ekonomi yang didorong ekspor melambat, dan fokus kebijakan utama tahun ini akan beralih pada perluasan permintaan di dalam negeri.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan China Finance --majalah yang didukung People's Bank of China-- Zhou Xiaochuan, mengatakan "kondisi untuk lebih mendorong maju dengan liberalisasi suku bunga pada dasarnya ada."

"Bank sentral akan ... terus secara aktif mendorong ini," tulisnya dalam majalah, yang dibagikan kepada pembaca, Selasa.

Bank sentral China saat ini menetapkan tingkat suku bunga -- yang bank-bank harus mematuhinya -- tetapi pembuat kebijakan mengontrol cara mereka dapat menyalurkan dan mengalokasikan modal.

Para pengamat mengatakan, ini telah menyebabkan ketidakseimbangan dalam perekonomian, dengan penabung mendapatkan pengembalian kecil pada deposito dan entitas perusahaan dapat meminjam dengan bunga rendah dan berinvestasi dalam proyek-proyek mereka.

Rezim tingkat bunga "secara artifisial menekan konsumsi dan secara artifisial meningkatkan produksi. Jika Anda ingin meningkatkan konsumsi, Anda harus membalikkan itu," kata Patrick Chovanec, seorang profesor di Universitas Tsinghua.

Liberalisasi rezim suku bunga juga akan meningkatkan persaingan antar bank.

Perekonomian China melambat karena permintaan jatuh di Eropa yang dicabik utang dan di Amerika Serikat. Bulan lalu, negara itu mengalami defisit perdagangan terbesarnya sejak pencatatan dimulai, sementara aktivitas manufaktur lamban.

Pertumbuhan ekonomi mencapai 9,2 persen tahun lalu, perlambatan dari 10,4 persen pada 2010, karena turbulensi global dan upaya untuk menjinakkan inflasi yang tinggi mengerem pertumbuhan.

Awal bulan ini, Perdana Menteri China Wen Jiabao memotong target pertumbuhan negara itu untuk 2012 menjadi 7,5 persen, turun dari target delapan persen tahun lalu.

Dalam artikel itu, Zhou juga menegaskan bahwa China lebih lanjut akan membuka pasar keuangan domestik dan meningkatkan fleksibilitas kurs nilai tukar mata uang yuan -- sebuah poin penting yang mencuat dengan mitra utama perdagangan Beijing. (*)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016