Banda Aceh | Acehtraffic.com-Tiga nelayan asal Krueng Mane, Aceh Utara yang dibebaskan dari penjara Port Blair Ibukota Kepulauan Andaman dan Nikobar, India, Sabtu, 28 Januari 2012 sudah dibebaskan oleh pihak KBRI di India. Menurut jadwal mereka akan dipulangkan, Minggu 5 Februari 2012 mendatang.
Panglima Laot Provinsi Aceh, HT Bustamam, Selasa 31 Januari 2012 mengatakan, ketiga nelayan Aceh yang terdampar di Kepulauan Andaman, yaitu Junaidi (24) warga Desa Cot Seurani, Normansyah (25), dan Muhibuddin Aiyub (24) keduanya warga Desa Tanoh Anoe Kecamatan Muara Batu, Bireuen kini sedang diurus kepulangannya ke Indonesia oleh petugas KBRI di India.
“Bahkan seorang petugas KBRI kemarin, Selasa 31 Januari 2012 masih bersama nelayan itu di Port Blain,” kata HT Bustamam yang mengaku berbicara melalui telepon, Selasa dengan petugas KBRI itu.
Menurut T Bustamam, para nelayan yang terdampar di negeri orang karena kerusakan boat itu, pada 5 Februari akan pulang dengan menumpang KRI Pati Unus. Dalam jadwal kapal itu akan tiba di Pelabuhan Belawan pada 10 Februari nanti.
Para nelayan Aceh yang sempat ditahan selama 28 hari di penjara Port Blair, Andaman, India, awalnya akan disidangkan dengan tuduhan mencuri ikan di perairan negara mereka. Namun, atas usaha Panglima Laot Aceh yang terus menerus meminta bantuan pihak Kedutaan Besar RI di India di bawah pimpan Andi Ghalib, akhirnya mereka tidak jadi dibawa ke pengadilan, dan sejak Sabtu (28/1) ketiganya sudah dibebaskan.
Ketiga nelaya asal Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara dinyatakan hilang sejak, Rabu 28 Desember 2012. Mereka diperkirakan menghilang di perairan laut andaman saat mencari hiu dengan menggunakan kapal berkapasitas GT. | Serambi
Panglima Laot Provinsi Aceh, HT Bustamam, Selasa 31 Januari 2012 mengatakan, ketiga nelayan Aceh yang terdampar di Kepulauan Andaman, yaitu Junaidi (24) warga Desa Cot Seurani, Normansyah (25), dan Muhibuddin Aiyub (24) keduanya warga Desa Tanoh Anoe Kecamatan Muara Batu, Bireuen kini sedang diurus kepulangannya ke Indonesia oleh petugas KBRI di India.
“Bahkan seorang petugas KBRI kemarin, Selasa 31 Januari 2012 masih bersama nelayan itu di Port Blain,” kata HT Bustamam yang mengaku berbicara melalui telepon, Selasa dengan petugas KBRI itu.
Menurut T Bustamam, para nelayan yang terdampar di negeri orang karena kerusakan boat itu, pada 5 Februari akan pulang dengan menumpang KRI Pati Unus. Dalam jadwal kapal itu akan tiba di Pelabuhan Belawan pada 10 Februari nanti.
Para nelayan Aceh yang sempat ditahan selama 28 hari di penjara Port Blair, Andaman, India, awalnya akan disidangkan dengan tuduhan mencuri ikan di perairan negara mereka. Namun, atas usaha Panglima Laot Aceh yang terus menerus meminta bantuan pihak Kedutaan Besar RI di India di bawah pimpan Andi Ghalib, akhirnya mereka tidak jadi dibawa ke pengadilan, dan sejak Sabtu (28/1) ketiganya sudah dibebaskan.
Ketiga nelaya asal Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara dinyatakan hilang sejak, Rabu 28 Desember 2012. Mereka diperkirakan menghilang di perairan laut andaman saat mencari hiu dengan menggunakan kapal berkapasitas GT. | Serambi


0 komentar:
Posting Komentar