
Manny Pacquiao, seorang penganut
agama Katolik yang taat, mengaku selalu menganggap dirinya sebagai seorang yang
lemah. "Saya selalu merasa, jika saya mati, saya sangat percaya jiwa saya
akan berakhir di neraka," kata Pacquiao.
Ia juga percaya olahraga tinju
yang kini ditekuninya tidak sesuai dengan kehidupan beragamanya. "Tinju
atau menyakiti orang lain tidak baik bagi saya," kata Pacquiao, Senin, 20
Februari 2012. "Jadi, saya berpikir untuk segera mundur dari dunia
tinju."
Pacquiao mengaku, kehidupan
religiositasnya membuat pandangannya soal makna kehidupan banyak berubah.
Apalagi ia mendapat dukungan dari istrinya, Jinkee, yang "memaksa"
Pacquiao untuk setiap hari membaca Injil, kitab suci agama Kristen Katolik.
"Kita perlu membaca Injil karena ini merupakan penuntun hidup setiap hari.
Dengan itulah kita bisa memasuki kerajaan Tuhan."
Untuk itulah, Pacquiao kemudian
meninggalkan semua hal yang bertentangan dengan keyakinannya. Ia menjual
sahamnya di kasino, berhenti minum alkohol, dan membuang kebiasaan yang secara
tradisonal dijalani bangsa Filipina, yaitu menyabung ayam.
Namun, Pacquiao yang telah
berusia 33 tahun tidak memberi kepastian kapan ia akan mengundurkan diri.
Pacquiao akan menghadapi Timothy Bradley dalam perebutan gelar juara kelas
welter WBO pada 9 Juni mendatang di Las Vegas.
"Mungkin saja ini
pertarungan terakhir, tetapi saya ingin mengakhiri [karier] bukan setelah
menghadapi Bradley," kata Pacquiao. "Mungkin saya akan bertarung
sekali lagi, saya tidak tahu." | AT | KP |

0 komentar:
Posting Komentar