
Langsa
| Acehtraffic.com- Sebanyak 7 GAM eks Tripoly Libya, para tengku dayah serta ratusan mantan combatan dan sipil serta
simpatisan GAM hadir dalam acara silaturahmi dengan calon bupati Aceh Timur
dari Jalur Independen Muslim Hasballah–Marwi Umar di Hotel Harmoni Langsa,
Minggu 26 Februari 2012.
Tengku
Abdul Rani atau Tengku Rani mantan
komandan operasi GAM dalam pidato pada acara tersebut mengatakan bahwa pilkada
ini bukanlah ajang untuk adu otot atau meukap, begitu juga pilkada bukan ajang
peuyeo, atau menakuti orang lain, menghambat orang lain.
Tapi pilkada adalah pesta demokrasi rakyat, yang bebas memilih siapa pemimpin yang bisa menjadi harapannya dimasa mendatang.
Tapi pilkada adalah pesta demokrasi rakyat, yang bebas memilih siapa pemimpin yang bisa menjadi harapannya dimasa mendatang.
“Jangan sampai kita mengancam orang lain dalam
pilkada ini, tapi jika kita diancam, tolong laporkan ke pihak berwenang, yaitu
polisi,” Himbau Tengku Rani atau yang lebih dikenal dengan sebutan Polem.
Sementara
itu Muslem Hasballah mengungkapkan hingga saat ini sejumlah terror dan pengancaman
dilakukan oleh kelompok kandidat Partai tertentu terhadap timnya, bahkan ada kasus,
saat timnya hendak mendirikan posko, orang yang dikenal dan pro ke kandidat partai
tertentu datang melarang pendirian posko, begitu juga kasus-kasus
pelarangan lainnya.
Selain
itu dia juga mengungkapkan kasus
pengancaman yang dilakukan oleh simpatisan kandidat Partai tertentu terjadi hampir
menyeluruh di Aceh Timur.
”Hanya
beberapa kecamatan saja, yang lain sama, tapi kita himbau kepada simpatisan
kita untuk melapor kepada pihak yang berwajib, kita tidak suka dengan kekerasan”
Ujar Muslim Hasballah yang juga mantan GAM pernah mengenyam pendidikan Libya
itu.
Tengku
H.Muhammad Yusuf Kardi dari unsur dayah juga berpesan kepada masyarakat Aceh
Timur untuk selalu menjaga damai yang
sudah terbangun, dan jangan cepat terpancing dengan hasutan yang dapat
memecahkan hubungan silaturahmi sesama. | AT | TAF |

0 komentar:
Posting Komentar