Jakarta | Acehtraffic.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkesan lebih responsif
menyikapi persoalan yang kini sedang membelit partainya ketimbang
menanggapi persoalan tindak kekerasan dan bentok antara warga dengan
aparat di beberapa daerah.
Hal itu ditegaskan Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar
Bambang Soesatyo, Minggu 19 Februari 2012, di Jakarta. Menurutnya kepedulian
Presiden SBY terhadap situasi nasional yang carut-marut akhir-akhir ini
amat diperlukan. Sayangnya, kata Bambang, belakangan ini justru SBY
terlihat sigap merespon persoalan yang menyangkut PD. Termasuk masalah
dugaan korupsi yang menjerat kader-kader PD, ataupun rotasi angggota FPD
di DPR yang terbeit masalah hukum.
"Rangkaian kegiatan dan peristiwa itu memunculkan dugaan bahwa
konsentrasi SBY lebih terfokus pada persoalan yang mendera PD dibanding
persoalan yang mestinya ditangani pemerintah," pungkas Bambang di
Jakarta, Minggu 19 Februari 2012.
Ia menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir ini intensitas konflik
berdarah maupun bentrok warga dengan penegak hukum dirasakan makin
meningkat.
Konflik muncul di beberapa daerah seperti Papua, Maluku, Lampung, Mesuji, di Kalimantan, hingga Bali dan Nusa Tenggara Timur.
Ia mengemukakan, pemicu konflik pun beragam. Ada yang
berlatarbelakang persoalan tanah (konflik agraria), rivalitas
antarwarga, ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah daerah, hingga
ketidakpuasan warga terhadap penanganan kasus-kasus korupsi yang
melibatkan pejabat daerah. "Bahkan, terjadi juga konflik yang
berlatarbelakang agama," tegasnya.
Menurutnya, pemerintah hendaknya menyadari bahwa kegelisahan sosial
sedang menyelimuti masyarakat di mana-mana. "Kegelisahan sosial itu
bermuara pada akumulasi persosalan ekonomi, rasa keadilan dan pertanyaan
seputar peran negara dalam hal pemerintah dalam melindungi warga
negara," katanya.
Kualitas pertumbuhan ekonomi yang buruk gagal meringankan beban
hidup warga kebanyakan. "Akhir-akhir ini, rasa keadilan rakyat sering
terluka akibat tidak adanya kearifan dalam mekanisme penegakan hukum,"
imbuhnya.| AT | RM |


0 komentar:
Posting Komentar