Beijing | Acehtraffic.com - Rusia
dan Cina, Sabtu, 4 Februari 2012, bersatu dalam satu kekuatan untuk memveto
draf resolusi yang diajukan oleh negara Arab dan Barat untuk mengubah rezim di
Suriah. Draf ini menyerukan pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad di
tengah kekerasan yang memburuk di negara tersebut.
"Ini hari yang menyedihkan
untuk dewan ini [Dewan Keamanan PBB] dan juga bagi Suriah," ujar Duta
Besar Prancis untuk PBB, Gerard Araud, seperti dikutip laman chinadaily.com,
Minggu, 5 Februari 2012.
Ini untuk kedua kalinya Cina dan
Rusia bersama-sama menggunakan hak veto untuk memblokir resolusi Dewan Keamanan
PBB sejak Oktober 2011 silam. Draf tersebut berisi isyarat sanksi bagi Suriah
jika kerusuhan berdarah terus berlanjut.
Pada draf awal Februari ini kedua
negara tersebut kembali melakukan veto. Sebanyak 13 negara, termasuk Inggris,
Prancis, Amerika Serikat, memberikan suara mendukung terhadap resolusi Suriah,
tapi tidak bagi Rusia dan Cina.
Susan Rice, Duta Besar AS untuk
PBB, kecewa terhadap veto yang dilakukan dua negara tersebut.
"Jijik," katanya.
Rusia melalui Menteri Luar
Negerinya, Sergei Lavrov, melihat dua hal penting dari perwujudan stabilitas di
Suriah. Pertama, pentingnya dialog dalam menyelesaikan kekerasan. Kedua,
tindakan yang seharusnya tidak hanya mempengaruhi pemerintah, tapi juga kelompok-kelompok
bersenjata di Suriah. "Rancangan resolusi tidak cukup mencerminkan keadaan
sesungguhnya di sana," ujar Duta Besar Rusia Untuk PBB, Vitaly Churkin.
Churkin mengatakan Rusia akan
terus bekerja untuk mencari solusi atas krisis di Suriah. "Pertumpahan
darah dan kekerasan di Suriah harus segera berakhir." Dalam keterangannya
Churkin juga menjelaskan Presiden Rusia Dmitry Medvedev telah menginstruksikan
Sergei Lavrov dan Direktur Intelijen Mikhail Fradkov melakukan perjalanan ke
Suriah pada 7 Februari untuk bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Senada dengan Rusia, Cina juga
melihat konteks yang sama dalam melihat permasalahan kekerasan yang terjadi di
Suriah. "Cina mendukung proposal revisi yang diajukan oleh Rusia, dan
telah mengambil catatan Sergei Lavrov akan mengunjungi Suriah pekan
depan," kata Li Baodong, wakil tetap Cina untuk PBB.
Hak veto merupakan hak untuk
membatalkan keputusan, ketetapan, rancangan peraturan, dan resolusi yang
dimiliki anggota Dewan Tetap Keamanan PBB [Rusia, Cina, Amerika, Inggris, dan
Prancis]. Sampai saat ini jumlah korban tewas dalam tragedi krisis politik di
Suriah sudah menembus 5.000 orang. | TEMPO |

.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar