News Update :

Qatar Selundupkan 50 ton Senjata Produksi Israel ke Suriah

Minggu, 19 Februari 2012



Amman | Acehtrafic.com - Sejumlah sumber Jordania mengkonfirmasikan kerjasama Qatar dan Kelompok 14 Maret Lebanon dalam menyelundupkan 50 ton senjata produksi Israel ke Kurdistan Irak, untuk direlokasi ke Suriah dengan kerjasama Turki. Selundupan senjata itu akan dibagikan kepada kelompok-kelompok pemberontak anti-pemerintahan Presiden Suriah Bashsar al-Assad.

Fars News (19/2) melaporkan, sumber-sumber intelijen di Jordania menyatakan bahwa lembaga-lembaga keamanan dan intelijen Jordania selalu memonitor kondisi di Suriah. Berdasarkan hasil pemantauan itu, terekam proses relokasi lebih dari 50 ton senjata produksi Israel dari bandara Arbil ke Kurdistan Irak.

Nilai senjata selundupan tersebut mencapai 650 juta dolar Amerika dan dibeli oleh pemerintah Qatar dari perusahaan industri militer Israel Rafael.

Paket senjata itu mencakup, mortir, ranjau anti-tank, senapan penembak jitu, rompi anti-peluru, perlengkapan komunikasi, dan amunisi untuk senjata-senjata tersebut.

Sumber itu menambahkan, kunjungan Ketua Partai Sosialis Progresif Druzi Lebanon, Walid Jumblatt, ke Qatar kemudian ke Kurdistan Irak dan Turki, sangat berkaitan dengan penyelundupan senjata itu ke Suriah. Selain itu, kunjungan Ketua Front Pelawanan Nasional, Samir Geagea, ke Arbil, di Kurdistan, Irak, bulan lalu juga tidak lepas dari masalah relokasi senjata dari Kurdistan menuju Suriah.

Masih menurut sumber intelijen Jordania itu, proses pengiriman senjata untuk kelompok-kelompok pemberontak Suriah sebelumnya mengalami kendala dan oleh karena itu, Kurdistan menjadi jalur alternatif untuk program ini. Apalagi setelah militer Lebanon menempatkan satuan khususnya di wilayah Wadi Khaled, yang dekat dengan kota Homs, Suriah. Ditambah lagi dengan pengawasan ketat pasukan Hizbullah di wilayah-wilayah perbatasan dengan Suriah yang makin mempersulit pengiriman senjata untuk kelompok teroris bersenjata anti-Assad.

Disinyalir pula bahwa kunjungan Jumblatt ke Turki adalah dalam rangka menegosiasikan pengiriman senjata dari wilayah Kurdistan Irak via Turki untuk kelompok-kelompok bersenajta di Propinsi Idlib, Suriah.

Berdasarkan laporan ini, jika Turki menolak membantu proses pengiriman senjata itu, maka 50 ton senjata itu akan dikirim ke pelabuhan Jounieh, Lebanon, dan akan diserahkan kepada pasukan yang dipimpin oleh Samir Geagea, untuk dikirim ke Suriah melalui darat dari kawasan Zahle dan Arsal. Akan tetapi jalur tersebut sangat beresiko. (*) | IRIB
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016