Ini merupakan perjalanan panjang bagi anak negeri, Yang selalu berjalan menapaki perjalanan panjang untuk negeri ini, Sepertinya tidak pernah dihiraukannya lagi.
Bagi setiap yang berkela. Bagi setiap terminal . Bagi setiap pelabuhan
Bagi setiap landasan
Semuanya sia-sia
Semuanya tidak ada arti
Semuanya tidak punya makna pengorbanan
Semuanya tidak ada harga setiap tetesan darah mengalir untuk perjuangan
Semuanya tidak punya waktu untuk memperhatikan langkah yang semua itu bagi sekata
Aku teringat pesan pendahulu.
Ini perjalanan panjang sampai kemalaka
Untuk mempeluas tahta
Tahta yang diwariskan oleh para datu-datu
Untuk kita rebut kembali dari pada kaum yang mengisap darah
Darah-darah orang yang berkorban untuk doa
Darah-darah orang yang berkorban untuk perjuangan
Darah –darah orang yang pernah meminum darah para musuh-musuh
Darah- darah yang pernah diisap oleh drakula-drakula yang menjilat malam
Inilah aku pulang untuk memperjelas penjanjian itu yang pernah dilumatkan sebagai
Karya: Zab Bransah
Waktu II
Lama sudah tak kupertanyakan tentang dirinya
Lama sudah ku ingin menyebut namanya
Lama sudah inginkudendang nyanyian rindu untuknya
Lama sudah kumelihat senyumnya
Lama sudah kita tak berjumpa
Lama dalam perjalanan untuk kembali padanya
Lama kita bermain-main pada malam dia sambut kita tersenyum
Lama sudah dia tak menyapa
Lama sudah dia tidak berkempatan bertanya
Lama sudah semua perbuatannya tidak pernah ada
Lama sudah tidak terlihat dia untuk menyendiri pada seperti pada malam sebelumnya
Lama untuk pulang walau sudah tiba pada janji.
karya; Zab Bransah
TAMBO
Lama sudah kerinduanku padanya untuk diperdengarkan kembali
Suara yang tak terdengar lagi adalah nyanyian subuh untuk membangunkan kita
Suara yang memberitahukan bahwa sanya ada yang perlu diperbincangkan
Suara yang berbentuk reklame untuk petani
Untuk nelayan
Untuk siapapun yang melintas pastikan suara itu bagi siapapun
Untuk kita besok ada pengabdian untuknya
Untuk kita petang tiba
Untuk kita janji akan datang bagi yang ingin kembali
Untuk kita dan semua orang mendengarnya
Tapi,
Tambo sudah asing bagiku kini
Tambo sudah jauh dari pendengaranku
Tambo sudah menghilang dari penglihatanku
Tambo sudah pergi kurindu kapan kembali
Oh, tambo—tambo-= tambo- hana lee geupeh*
Oh tamboku ,
Dimana suaramu yang dulu semua orang dengar
Dimana sekarang taukah sudah dibawa pergi
Malangnya tamboku, nasipmu kini.
Oh, zulia sayangnya kumu tak lagi mendengar suara tambo
Karya : Zab Bransah


0 komentar:
Posting Komentar