News Update :

Polda: Karena Utang Rumah Timses Ditembak, Asnawi: Panena, Kapolda Salah

Kamis, 09 Februari 2012



Banda Aceh | Acehtraffic.com - Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan menegaskan, aksi penembakan terhadap rumah Asnawi Abdurrahman [37] di Desa Beusa Merano, Kecamatan Peurulak, Aceh Timur, pada Minggu malam 5 Februari 2012, yang mengakibatkan kaca jendela pecah dan pintu rumah berlubang, sama sekali tidak terkait dengan Pilkada, tetapi murni kriminal.

Aksi pemberondongan itu berkaitan dengan masalah utang piutang antar korban dengan pelaku. Secara umum situasi keamanan di Aceh sangat kondusif dan tidak terganggu untuk pelaksanaan Pilkada.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Aceh Irjen Iskandar Hasan  yang didampingi Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Adi Mulyono menjawab pertanyaan SP dalam konfrensi pers, Rabu 8 Februari 2012 di Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh.

Ia menambahkan, berdasarkan investigasi dan informasi yang dikumpulkan polisi, aksi penembakan terhadap rumah Asnawi selaku koordinator tim sukses calon Gubernur Irwandi Yusuf yang berpasangan dengan Mayan Yunan, bukan untuk mematikan, tapi hanya untuk menakutkan, karena pelaku kesal dengan korban yang belum membayar utang, walaupun sudah beberapa kali ditagih.

Meskipun demikian, tindakan pelaku tidak bisa dibiarkan dan polisi terus memburu dan akan menangkap pelaku yang telah dikantongi indentitasnya. Lho, bagaimana polisi bisa mengetahui motif pelaku sementara pelaku belum ditangkap?

Dari tempat terpisah timses kandidat kepala daerah Aceh Irwandi-Muhyan, Asnawi Abdurrahman yang merupakan korban penyerangan rumah oleh orang tak dikenal [OTK] merasa kecewa dengan simpulan yang disampaikan Kapolda Aceh kepada publik. Dia merasa dirugikan karena kasus ini dianggap bermotif personal yakni karena masalah utang.

“Saya merasa Kapolda itu tidak benar, seharusnya janganlah dibilang masalah utang, saya orang kecil tidak punya utang dengan siapapun,” ungkap Asnawi seperti yang dilansir Tgj, Kamis 9 Februari 2012.

Menurutnya selama ini diri dia merasa tidak memiliki masalah pribadi dengan siapapun, apalagi dituding memiliki utang. Penyerangan rumahnya nilainya bernuansa politis karena pilihan politiknya yang mendukung Irwandi-Muhyan. “Saya tidak tahu kenapa rumah saya kok tiba-tiba diserang,”Ungkap Asnawi.

Ditegaskannya lagi, kini dia dipercayakan sebagai ketua tim pemenangan Irwandi-Muhyan regional dua, meliputi Bireun sampai ke Singkil. “Ya, yang namanya manusia pasti ada yang disenangi dan tidak disenangi,” tukas Asnawi.

“Saya sebenarnya juga malas membalas pantun dengan bapak Kapolda yang terhormat di media, semua ini saya serahkan saja kepada Allah karena Allah lah yang lebih mengetahui,” imbuh mantan Ketua KPA itu. | AT | BBS |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016