Acehtraffic.com- H Ibrahim Risjad tutup usia pada Kamis 16 Januari 2012 malam, tepat pukul 21.36 di Singapura. Pria kelahiran Sigli, Aceh, 3 Maret 1934 itu wafat pada usia 78 tahun.
Jenazah pengusaha yang sempat menjadi ketua umum Asosiasi Semen Indonesia itu akan disemayamkan di kediamannya di Jl Bukit Golf Utama Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Almarhum akan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat pada, Jumat 17 Februari 2012 sore, tepat azan Ashar.
Ibrahim Risjad memulai kariernya di dunia bisnis selepas lulus SLTA di Medan pada 1954. Ia memulai kariernya pada sebuah perusahaan swasta.
Pada 1965, almarhum sudah menjadi direktur CV Waringin. Ditingkatkan statusnya menjadi PT Waringin Kencana.
Pada 1968 hingga 1973, ia menjabat sebagai direktur II perusahaan tersebut.
Talenta dan jaringan bisnisnya yang kian hebat membuat dirinya bersama dengan Sudwikatmono dan Liem Sioe Liong dan Djuhar Susanto (The Gang Four) mendirikan PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk.
Talenta dan jaringan bisnisnya yang kian hebat membuat dirinya bersama dengan Sudwikatmono dan Liem Sioe Liong dan Djuhar Susanto (The Gang Four) mendirikan PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk.
Sukses tersebut berlanjut, The Gang Four kembali membuat perusahaan yaitu PT Bogasari. Perusahaan tepung terigu ini pun tergolong sukses dan kini lebih dikenal dengan holding-nya PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Tak hanya itu, Ibrahim pun ikut membidani dan menjadi pemilik perusahaan PT Tripolita dan Chandra Asri bersama Prayogo Pagesntu dan Bambang Trihatmodjo. Namun sayang kedua perusahaan tersebut terlilit kredit macet dan akhirnya kedua perusahaan itu disita oleh BPPN.
Selain itu Ibrahim pun sempat menjabat sebagai presiden direktur PT Sarida Perkasa merangkap presiden direktur PT Branta Mulia sejak 1979. Pada 1986, menjabat direktur utama PT Semen Madura.Kini pundi-pundi keuangan Ibrahim dikelolanya melalui First Pacific Company Ltd, perusahaan manajemen investasi yang bermarkas di Hongkong.
Kini, bisnis salah satu pendiri PT Kawasan Industri Jababeka Tbk ini telah tersebar mulai dari tambang batu bara, nikel, migas, perkebunan, properti, dan lainnya.
Pada 2010, keluarga Risjad melepas PT Berau Coal ke Grup Bakrie dan Recapital yang belakangan berkongsi dengan Vallar dan seorang pengusaha kawan dekat Grup Bakrie, Samin Tan.
Hampir persis setahun lampau, tepatnya 8 Januari 2011, sahabatnya Sudwikatmono, juga tutup usia di Singapura pada usia 76. Dia juga dimakamkan di San Diego Hills | AT | BBS


0 komentar:
Posting Komentar